| share: Selasa, 26 Juni 2012 |
Unknown
No comments
|
Bilang Assalamu’alaikum, Rhoma Irama Dilempari Lumpur
Pemimpin grup musik legendaris ‘Soneta’, H Rhoma Irama, berkisah pengalamannya merintis jalan dakwah lewat musik pada era 1960-an. Pedangdut kelahiran Tasikmalaya pada 11 Desember 1946 itu menyebut tahun 1960-an itu identik dengan kemaksiatan.
“Kalau ada seniman shalat, itu pasti dicemooh. Karena, seniman itu identik dengan meninggalkan shalat, minuman keras, pergaulan bebas, dan kemaksiatan lainnya. Bahkan, orkes gambus sekalipun ada yang tidak lepas dari mabuk,” kata Rhoma Irama saat menyampaikan studium general bertajuk “Musik sebagai Media Dakwah” di kampus IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Jumat.
Namun, realitas itu justru membuat dirinya resah. Karena itu, Rhoma Irama berdoa dalam setiap shalat. ”Ya, Allah, seandainya musik itu memperlebar jalan ke neraka, tolong hentikan langkah saya,” katanya menuturkan doanya. “Akhirnya, saya mendirikan grup Soneta. Saya bertekad melakukan jihad lewat musik.”
Untuk mengawali jihad itu, dirinya berusaha mengucapkan “assalamu’alaikum” saat memulai pentas. “Saya masih ingat, ucapan salam dalam pentas di Ancol itu sempat dilempari sandal dan lumpur. Bahkan, media massa juga mencerca saya melakukan komersialisasi agama,” katanya.
Label:
Seputar Islam
| share: |
Unknown
No comments
|
Nama-Nama Bayi Laki-Laki
Aid, yang Kembali- Abbas, Paman Nabi2
- Abdul Alim, Hamba yang Maha Tahu
- Abdul Ally, Hamba yang Maha Tinggi
- Abdul Azhim, Hamba yang Maha Agung
- Abdul Aziz, Hamba yang Maha Kuat
- Abdul Bari, Hamba yang Maha Pencipta
- Abdul Basits, Hamba yang Maha Meluaskan
- Abdul Fatah, Hambata yang Maha Membuka Rizki
- Abdul Ghaffar, Hamba yang Maha Pengampun
- Abdul Ghani, Hamba yang Mahakaya
- Abdul Hadi, Hamba yang Maha Memberi Petunjuk
- Abdul Hafizh, Hamba yang Maha Menetapkan Hukum
- Abdul Hakim, Hamba yang Maha Bijaksana
- Abdul Halim, Hamba yang Maha Lembut
- Abdul Hamid, Hamba yang Maha Terpuji
- Abdul Haq, Hamba yang Maha Benar
- Abdul Hasib, Hamba yang Maha Penghitung
- Abdul Jabar, Hamba yang Mahaperkasa
- Abdul Jalil, Hamba yang Mahaluhur
- Abdul Karim, Hamba yang Maha Pemurah
- Abdul Khaliq, Hamba yang Maha Pencipta
- Abdul Latief, Hamba yang Maha Lembah-lembut
- Abdul Majid, Hamba yang Maha Mulia
- Abdul Matin, Hamba yang Maha Perkasa
- Abdul Mu'iz, Hamba yang maha Pemberi Kemuliaan
- Abdul Muhaimin, Hamba yang Maha Penjaga
- Abdul Muhsin, Hamba yang Maha Baik
- Abdul Qadir, Hamba yang Maha Kuasa
- Abdul Qahhar, Hamba yang Maha Penakluk
- Abdul Quddus, Hamba yang Maha suci
- Abdul Wahhab, Hamba yang Maha Pemberi
- Abdul Wahid, Hamba yang Maha esa
- Abdullah, Hamba Allah
- Abdun Nasir, Hamba yang Maha Penolong
- Abdur Rauf, Hamba yang Maha Pengasih
- Abdur Rafi, Hamba yang Maha Pengangkat
- Abdur Rahim, Hamba yang Maha Penyayang
- Abdur Rahman, Hamba yang Maha Pengasih
- Abdur Rasyid, Hamba yang Maha pandai
- Abdur Rauf, Hamba yang Maha Penyayang
- Abdur Razaq, Hamba yang Maha Memberi Rizki
- Abdus Salam, Hamba yang Maha Sejahtera
- Abdus Shabir, Hamba yang Maha Penyabar
- Abdus Syakur, Hamba yang Maha Berterima kasih
- Abdut Tawwab, Hamba yang Maha Penerima
- Abid, Ahli Ibadah
- Adib, Beradab
- Adil, Yang Adil
- Adnan, Mendiami, menempati
- Ady, Kaum yang bersiap perang
- Afif, Selamat dari Kehinaan
- Ahmad, Memuji
- Ali, Nama Khalifah keempat
- Alif, Lemah Lembuh
- Alim, Pandai
- Allam, Banyak Ilmu
- Alwan, Tinggi
- Aly, Mulia
- Amin, yang dapat dipercaya
- Amir, Raja, Pemimpin
- Ammar, Kuat imannya
- Amru, Kehidupan
- Anis, Ramah
- Anwar, Bercahaya
- Aqil, Paham
- Arif, Yang tahu
- Arkan, Kemuliaan
- As'ad, Lebih Bahagia
- Ashim, Yang memelihara Diri
- Asyam, Pemimpin yang Mulia
- Asyraf, lebih Mulia
- Asyur, Hari ke-10 Bulan Muharam
- Atha, Rizki
- Athif, Orang yang lemah lembut
- Atiq, Mulia
- Ayub, Nama Nabi
- Azhar, bercahaya
- Aziz, yang perkasa
- Azzam, berkemauan keras
- Badar, Bulan Purnama
- Badrani, 2 bulan Purnama
- Bahij, yang cerita, tampan, pemandangan yang elok
- Bahir, yang mengalahkan
- Bahy, Tampan dan bermata indah
- Bandar, Pelabuhan
- Bari', Terjaga dari perbuatan dosa dan aib
- Barraq, Berkilauan
- Basil, Pemberani
- Basman/Bassam, yang banyak senyum
- Basyir, berita gembira
- Bilal, Nama sahabat
- Burhan, Penjelasan
- Daffa', Banyak memiliki pertahanan diri
- Dany, Dekat
- Daris, Pembaca
- Darwisy, Yang banyak beribadah
- Dary, Arif bijaksana
- Daud, Nama Nabi
- Dhahy, Tempat yang terang
- Dhaif, Tamu
- Dhawy, Bersinar
- Dhafi, yang lebar rambutnya
- Daifullah, Tamu Allah
- Dhiya, Sinar/Cahaya
- Dzahab, emas
- Dzakir, yang kuat daya ingatnya
- Dzakwan, Sangat cerdas
- Dzaky, cerdas, pandai
- Dzamar, sesuatu yang harus dipertahankan
- Dzikra, Peringatan
- Fadhal, kebaikan
- Fadhil, Yang berbudi
- Fadi, Yang menebus
- Fadlal, Keutamaan
- Fadlil, Yang Utama
- Faishal, Hakim
- Fakhir, Bagus
- Falih, Lurus
- Fallah, Kemenangan
- Farhan, Kesenangan / kebahagiaan
- Fari', Perawakan tinggi
- Farid, satu-satunya, tiada bandingnya
- Faris, Pemburu
- Farras, Cerdas
- Farruq, Yang membedakan antara hak dan batil
- Fathin, Cerdas
- Fatih, Penakluk
- Fauzan, Keberuntungan
- Fawa, Kemenangan / Keberhasilan
- Fuad, Hati
- Ghali/Ghaly, Mahal / Berharga
- Ghalib, yang menang
- Habib, Yang terkasih
- Hadi, Yang menunjukkan
- Hadzal, Yang berjalan dgn cepat
- Hafizh, Penghafal
- Haidar, Pemberani
- Hajid, Orang yang bertahajjud
- Hakam, Hakim yang bijaksana
- Halim, Lembut dan sabar
- Hamdan, yang banyak pujian
- Hamid, yang bersyukur
- Hammad, yang banyak bersyukur
- Hanif, yang lurus dalam beragama
- Harun, Nama Nabi
- Hasan, Baik
- Hasib, Bangsawan
- Hasyid, Orang yg selalu siap
- Hasyim, Yang memecahkan perkara
- Hatim, Mengadili
- Hazim, berkemauan keras
- Hibban, yang dikasihi
- Hilal, Bulan Sabit
- Hilmy, Penyabar/Pemurah
- Hisyam, Kebaikan
- Hud, Nama Nabi
- Humam, Pemberani
- Husain, sangat baik
- Husam, Pedang yang tajam
- Huwaidi, Yang mempunyai Sifat menakjubkan
- Ibrahim, Nama Nabi
- Imam, Teladan / Pemimpin
- Isa, Nama Nabi
- Ismail, Nama Nabi
- Jalal, Orang besar yang dihormati
- Jalil, Memiliki kekuasaan yang besar
- Jamal, Keindahan
- Jamaluddin, Keindahan agama
- Jamil, yang baik
- Jauhar, Permata
- Jibran, Perintah
- Jihad, Perjuangan
- Kaisan, Cerdas
- Kamal, Kesempurnaan / kelengkapan
- Kamil, yang sempurna / lengkap
- Karom, Kehormatan / Kemuliaan
- Karim, yang terhormat
- Kasib, Orang yang beruntung
- Katib, Penulis
- Khairi, Kebaikan
- Khairullah, kebaikan Allah
- Khalid, Kekal / Abadi
- Khalifah, Pemimpin
- Khalil, Teman karib
- Khalish, Murni, bersih
- Khatib, orang yang menyampaikan Khutbah
- Luqman, Jalan terang
- Lutfhi, Kehalusanku, kelembutanku
- Mabruk, diberkahi
- Mahbub, yang dicintai
- Mahdy, yang mendapat hidayah
- Mahfuzh, yang dijaga, dipelihara
- Mahir, pandai
- Mahmud, yang terpuji
- Majid, yang baik
- Malik, Raja / Yang memiliki
- Maqbul, Diterima
- Marjan, Batu Mutiara
- Marzuq, yang memperoleh Rizky
- Mas'ud, yang dianugerahi kebahagiaan
- Masyurm Terkenal
- Mathar, Hujan
- Mauhub, yang dianugerahi
- Miqdad, Orang yang mencegah kemungkaran
- Mu'adz, Nama sahabat
- Mubarak, Yang diberkahi
- Muhajir, Orang yang berhijrah
- Muhammad, Nama Nabi
- Muhsin, yang berbuat baik
- Mujahid, Pjuang
- Mukhtar, Pilihan
- Mukmin, Orang yang beriman
- Mumtaz, Istimewa
- Munir, bercahaya
- Murad, Maksud
- Mursyid, Penunjuk jalan
- Mushlih, orang yang melakukan perbaikan
- Muslim, orang Islam
- Musthafa, Pilihan
- Nabil, Terhormat
- Nafal, Pemberian
- Nafis, berharga
- Najib, Mulia
- Nashir, Yang menolong
- Nasrullah, Pertolongan Allah
- Naufal, Pemberian
- Nayif, tinggi
- Nazhim, Pengarang Puisi
- Nazhir, yang memberi peringatan
- Nibras, Pemberani
- Nu'man, Yang memiliki kenikmatan
- Nuh, Nama Nabi
- Nuruddin, Cahaya Agama
- Nuzhmi, jamaah, golongan
- Qashid, yang menuju pada kemudahan
- Qasim, yang membagi
- Gatadah, Nama sahabat
- Ra'if, sangat penyayang
- Ra'uf, memiliki banyak kasih sayang
- Rabbah, yang sangat beruntung
- Rafi', Kedudukan yang tinggi & mulia
- Raihan, Rizky
- Rajab, Bulan Rajab
- Ramadhan, Bulan Ramadhan
- Ramiz, Yang merumuskan
- Ramy, Bintang
- Ramzi, Rumus
- Ramzy, yang dapat disimbolkan
- Rasul, Utusan
- Rasyad, Petunjuk / Istiqamah
- Rasyid, Petunjuk
- Rasyiq, Tangkas, Gesit
- Ratib, yang tetap
- Ridhwan, Kepuasan, menerima
- Riyadh, Taman
- Rusydi, Petunjuk
- Sa'id, Senang / Bahagia
- Safar, berpergian
- Sahir, yang berjaga diwaktu malam
- Saif, pedang
- Sajid, orang yang sujud kepada Allah
- Salam / Salim, Selamat
- Salman, nama sahabat
- Sami, Luhur / Tinggi
- Samir, Siang dan Malam
- Sayyid, Pemuka / Pemimpin
- Shabir / Shabri, Yang sabar / kesabaran
- Shadiq, teman
- Shafy, sahabat karib
- Shahib, sahabat
- Shamid, teguh / tegar
- Shiddiq, yang jujur
- Sidqi, kejujuran
- Siraj, lentera / Lampu
- Su'ud, keberuntungan
- Sulaiman, nama Nabi
- Sulthan, Kekuasaan
- Sya'ban, Bulan Sya'ban
- Syaddad, yang kuat
- Syafi, yang menyembuhkan
- Syafi', penolong / perantara
- Syahid, orang yg meninggal fi sabilillah
- Syakir, yang bersyukur
- Syarif, yang mulia
- Tamim, sempurna keadaannya
- Tamir, banyak rizki dan kebaikan
- Tamman, sempurna
- Taufiq, petunjuk
- Thaha, Nama surat dalam Al Qur'an
- Thariq, Jalan
- Thayyib, Baik
- Tsani, yang kedua
- Tsaqif, yang pandai
- Umar, Nama Khalifah yang kedua
- Umran, Kemakmuran
- Utsman, Nama Khalifah ketiga
- Wadud, yang dicintai
- Wafi, yang melaksanakan / yang memenuhi (janji)
- Wahid, satu-satunya
- Wali, yang mencintai
- Walid, yang dilahirkan
- Washil, yang menghubungkan
- Wasim, yang berwajah bagus
- Ya'qub, Nama Nabi
- Yafi, Lincah
- Yahya, Nama Nabi
- Yasir, Mudah / gampang
- Yazid, lebih
- Yunus, Nama Nabi
- Yusuf, Nama Nabi
- Zaghlul, cepat & ringan
- Zahran, berkilau
- Zahy, Wajah yang Elok
- Zaky, Suci
- Zakariya, Nama Nabi
- Zhafar, kemenangan
- Zhafir, yang menang / yang beruntung
- Zhahir, yang tampak, yang nyata
- Zuhair, bersinar
Label:
Seputar Islam
| share: |
Unknown
No comments
|
Nama-Nama Bayi Perempuan
- A'idah, Anugrah
- Adzra', Perawan
- Afifah, yang menjaga kesucian diri
- Aisyah, Istri nabi
- Aliyah, tinggi
- Alya', langit
- Aminah, yang terpercaya
- Amirah, Pemimpin
- Anisah, gadis perawan / lemah lembut
- Aqilah, Terhormat, pandai
- Arij, Harum
- Asahy, warna-warni
- Ashimah, yang menjaga
- Asilah, yang berbuat baik
- Asma, Unggul
- Athifah, kasing sayang
- Athirah, yang harum
- Atikah, jernih
- Atiqah, cantik
- Azhar, Bunga2
- Azizah, yang mulia
- Badriyyah, malam rembulan
- Balqis, Ratu negeri saba'
- Basamah, tersenyum
- Basimah, yang tersenyum
- Dalilah, bukti
- Daliyah, yang menunjukkan
- Danah, Batu mulia
- Dananir, Dinar
- Daulah, Negara
- Dunya, Dunia
- Dien, agama
- Dhaifa, tamu
- Dhafiyah, mewah
- Dinah, taat
- Diyanah, Agama
- Durah, mutiara
- Dzahabiyyah, yang memiliki sifat emas
- Dzakirah, yang berzikir
- Dzakiyyah, cerdas
- Dzikra, peringatan
- Fa'izah, yang beruntung
- Fadhilah, keistimewaan
- Fadiyah, yang terlindungi
- Faidah, Manfaat
- Fairuz, Batu mulia
- Farah, senang
- Farhah, keceriaan
- Faridah, tiada bandingnya
- Fathimah, Putri Nabi
- Fathinah, cerdas
- Fathiyyah, Kemenangan
- Fatin, yang menakjubkan
- Fauziyyah,yang beruntung
- Fikriyyah, berfikir
- Firdaus, taman surga
- Gaitsa', awan turunnya hujan
- Ghaniyyah, wanita kaya
- Ghaniyah, wanita penyenandung
- Ghazalah, matahari terbit
- Habibah, yang tercinta
- Hadiyah, hadiah
- Hafizhah, pemelihara
- Hajar, Istri nabi Ibrahim AS
- Hajir, yang berhijrah
- Hajirah, yang berhijrah
- Hakimah, yang bijaksana
- Halimah, yang lebih, sabar
- Hamamah, merpati
- Hamidah, Yang memuji
- Hana', suka cita
- Hanan, Kasih sayang
- Hamsah, suara pelan
- Hanin, kasih sayang
- Haniyah, lemah lembut
- Hasanah, kebaikan
- Hasibah, keturunan terpandang
- Hasna', kebaikan, cantik
- Hasyimiyyah, yang mulia
- Haura', putih kulitnya
- Haya, Puteri
- Hazimah, keteguhan hati
- Husna, kelembutan
- Husniyah, yang baik
- Hiwaidah, yang menakjubkan, kelembutan
- Inas, baik hati
- Inayah, tuntunan
- Izah, kemuliaan
- Ja'izah, hadiah
- Jahra', memiliki pipi yang indah
- Jaida', kebaikan
- Jalilah, terhormat
- Jamilah, yang indah
- Jauzah, bintang
- Jawahir, permata
- Jihan, menjadikan terhormat
- Juwairiyyah, istri nabi
- Kadziyah, bunga yang harum
- Kaltsum, cantik
- Kamilah, sempurna
- Karamah, kemuliaan
- Karimah, Mulia
- Kautsar, telaga surga
- Kazhimah, sanggup menahan amarah
- Khadijah, istri nabi
- Khairiyah, baik
- Khalishah, murni
- Khaznah, harta yang disimpan
- Labibah, cerdas
- Lahfah, kerinduan
- Laila, malam gelap
- Luthfiyyah, halus
- Mahabbah, kecintaan
- Mahdiyyah, yang mendapat hidayah
- Mahirah, pandai
- Maimunah, yang beruntung
- Mariyah, wajah yang berseri-seri
- Marjanah, sebutir mutiara
- Marmarah, baru marmer
- Maryam, ibu Nabi Isa
- Masarrah, kegembiraan
- Mauhibah, anugrah
- Mawaddah, kasih sayang
- Mubarakah, diberkahi
- Mufidah, yang berfaidah
- Muhdiyah, yang menunjukkan
- Mujahidah, pejuang
- Mukminah, yang beriman
- Munirah, yang terang
- Murada, yang dicintai
- Na'ilah, karunia
- Nabilah, mulia
- Nada, menyeru
- Nadiyah, yang menyeru
- Nafi'ah, bermanfaat
- Nafisah, kaya raya
- Nagmah, suara merdu
- Najah, sukses
- Nadjah, keberanian
- Najiyah, selamat
- Najlah', yang lebar matanya
- Najmah, bintang
- Najwa, rahasia
- Nasamah, pembebasan
- Nashirah, mendapat pertolongan dan menang
- Nazhimah, kumpulan mutiara
- Nazihah, terhindar dari hal-hal buruk
- Nihayah, penutur
- Nujud, cerdik
- Nur, Cahaya
- Nuwayyar, yang bercahaya
- Qamariyyah, Nama bunga
- Qasimah, cantik
- Qiladah, kalung
- Qismah, bagian
- Ra'idah, pemandu
- Rafi'ah, yang tinggi
- Rafidah, yang diberi pertolongan
- Rafiqah, Istri
- Raghdah, damai
- Rahaf, halus
- Rahimah, penyayang
- Rahmah, rahmat
- Raihanah, wanita yang baik jiwanya
- Raim, bukit
- Raima, selama
- Rajwa, permohonan
- Raniyah, yang memandang dengan terpesona
- Rasikhah, tegar, kuat
- Rasyidah, yang matang fikirannya
- Raudhah, taman
- Rifqah, himpunan
- Sa'adah, kebahagiaan
- Sa'idah, yang senang
- Sahilah, yang sangat mudah
- Sahirah, rembulan
- Sajidah, yang banyak bersujud
- Sakinah, tenang
- Salimah, selamat
- Sallamah, yang menyelamatkan
- Salma, selamat
- Salsabil, mata air surga
- Salwa, nama burung, madu
- Samar, sinar rembulan
- Samirah, siang dan malam
- Samiyah, luhur
- Samra', warna coklat
- Sarah, Istri nabi Ibrahim
- Sayyidah, Nyonya
- Shabah, waktu pagi
- Shabihah, wajah yang berseri-seri
- Shada, gema
- Shadiqah, yang jujur
- Shafa, kejernihan
- Shalihah, wanita yang shaleh
- Shiba, kerinduan
- Suhailah, mudah
- Sulthanah, pemimpin wanita
- Syarifah, yang mulia
- Syukriyyah, kesyukuran
- Tahani, selamat
- Tamimah, perlindungan
- Thallah, cantik
- Thayyibah, yang baik
- Tsamirah, yang berbuah
- Tumamah, kesempurnaan
- Ulfah, ramah tmah
- Ulya, yang luhu
- Umu Kultsum, Nama Puteri Nabi
- Unsyudah, syair yang berkumandang
- Wahidah, satu-satunya
- Waliyah, yang mencitai
- Wardah, bunga mawar
- Wasimah, Berwajah cantik
- Yamamah, merpati
- Yasamin/yasaminah, Bunga melati
- Zahirah, bercahaya
- Zahrah, bunga
- Zahwah, membanggakan
- Zainab, istri nabi
- Zainah, yang indah
- Zakiyah, Suci
- Zhafirah, yang beruntung
- Zhahirah, penolong
Label:
Seputar Islam
| share: |
Unknown
No comments
|
Inilah Beberapa Panduan Memilih Nama Bayi Islam
| Nama islam untuk nama bayi Islam anda mempunyai arti penting. Pemilihana nama bayi islam yang merupakan anugrah Allah telah di mendapat tuntunan nabi. Nama Islam adalah do'a dan untuk itu nama nama bayi islam anda selayaknya mendapatkan perhatian. |
- Sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahman (Al-Hadits)
- Nama yang paling sesuai adalah Ĥarits dan Hammam (Al-Hadits)
- Nama yang paling buruk adalah Ĥarb dan Murrah (Al-Hadits)
- Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits)
- Dilarang menggunakan nama-nama yang berarti buruk
- Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti ‘Abdul Ka’bah, dll
- Dilarang menggunakan Asmaa-ul Husnaa jika tidak memakai ‘Abdu di depannya
- Dilarang menggunakan nama-nama malaikat
- Dilarang menggunakan nama-nama menyerupai orang-orang di luar Islam
- Dianjurkan tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi di zaman Nabi SAW hanya terdiri dari 1 kata saja
- Karena nama bayi Islam dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan Indonesia secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut.
Ada beberapa pilihan nama bayi di antaranya :
Label:
Seputar Islam
| share: |
Unknown
1 comment
|
Teruntuk semua ibu para mujahid: Ibu..anakmu seorang mujahid
Bissmillah..pesan berikut ini didedikasikan untuk semua ibu
para mujahid, yang disampaikan oleh Abu Ibraheem, berasal dari Jerman,
seorang mujahid Taliban di Waziristan, Uzbekistan, melalui sebuah
video yang dirilis oleh Jundullah Media baru-baru ini yang
berhasil diterjemahkan oleh Arrahmah.com, semoga pesan-pesan berikut
ini dapat membuka hati dan semangat para ibu dan para orangtua umumnya,
terkhusus ibunda yang putra putrinya pergi hijrah dan jihad fisabilillah.
***
Sebuah pesan dari tanah yang diberkahi, Tanah para syuhada..
Aku dedikasikan kata-kata ini ketika aku sedang Ribath, menghadapi musuh, di jalan Allah aku berjihad, untuk meninggikan kalimat-Nya.
Ibu...anakmu seorang mujahid.
"Ibu..tetaplah tabah"
Bissmillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi Robbil'alamin wa
sholatu wa salam ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa sohbihi ajma'in, amma
ba'du.
Untuk ibuku...Untuk ibuku yang terhormat
Dan untuk semua ibu yang putra-putrinya hijrah fisabilillah
Kata-kata berikut ini adalah dari lubuk hatiku yang dalam, untuk ibu
dan semua ibu. Maka bukalah hatimu untuk kata-kata yang datangnya dari
hati.
Wahai ibu..setiap kali engkau mendengar telepon berdering, engkau
segera menuju telepon sementara hatimu berdebar-debat, engkau segera
menuju telepon itu dengan harapan untuk mendengar suara anakmu.
Wahai ibu..aku jauh, jauh dari dirimu untuk waktu yang lama, dahulu
mungkin kau tak pernah merasakan ini, ketika aku absen dari rumah hanya
satu atau dua hari. Tapi sekarang? Aku berpisah darimu sejak
bertahun-tahun.
Ibu, Ketika aku memikirkanmu, kerinduan menyelimuti hatiku, aku
mengingat kasih sayangmu, kesabaranmu, tentang cintamu kepadaku, hal-hal
itu darimu yang membuatku mengetahui, membuatku merasakan bahwa
engkaupun disana memikirkanku, "anakku..wahai dimana anakku?", mungkin
engkau menangis dalam kesedihan, mengangis dalam ketidakpastian, naluri
keibuanmu menyebabkan kau menangis,"anakku..dimana ia? Di gunung
manakah ia?, di gua manakah ia melalui malam?, pohon apakah yang
menaunginya?, apakah sahabat-sahabatnya jujur kepadanya?" (mungkin
engkau berpikir seperti itu)
Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut menyita perhatianmu, dimana
matamu yang indah dipenuhi air mata. Aku rindu dekapanmu, aku rindu
kehangatanmu, Ibu..aku merindukanmu..
Seorang anak merindukan ibunya, adalah fitrah dari Allah.
Aku merindukan kelembutan tanganmu, yang lelah karena merawatku, engkau
merasa lelah sehingga semua urusanku menjadi baik-baik saja, engkau
tidak tidur sehingga aku tidur, engkau tidak makan sehingga aku makan,
engkau menghilangkan rasa hausku, engkau menghapus air mataku, engkau
adalah penyemangat dalam langkah pertamaku, engkau mengajariku untuk
makan dengan tangan kanan, dan engkau memberitahuku "katakanlah bissmillah sebelum engkau makan, dan Alhamdulillah setelah engkau selesai".
Ibu..aku merindukanmu..
Ibu..apakah engkau berpikir aku tidak mencintaimu?
Engkau berpikir aku tidak ingin melihatmu?
Aku akan memberikan apapun untuk memelukmu, bagaimana mungkin aku
melupakan ibu seperti dirimu?, saat aku bicara, aku memiliki bayanganmu
dalam benakku. Dalam pandanganku, engkau adalah perempuan tercantik,
engkau memiliki senyum terindah, menyejukkan mata, matahari dalam
hatiku, Ibu.. aku tidak melupakan apapun tentangmu!
Aku tidak melupakan apapun!
Aku tinggal di dalam perutmu selama sembilan bulan, saat lahir, aku
tidak melupakan apapun! Dan tidak peduli dimanapun aku berada, aku
berdo'a untukmu.
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Al Qur'an 17:24)
Ibu..kata-kataku tidak dapat menggambarkan sebesar apa cintaku
kepadamu. Pastinya, engkau bertanya terhadap dirimu sendiri, mengapa aku
meninggalkanmu, ayah, teman-temanku, dan orang-orang di sekitarku.
Ibuku sayang..anakmu meninggalkanmu, dan engkau bertanya terhadap
dirimu sendiri "mengapa". Ibu..alasan mengapa aku meninggalkanmu,
dengarlah ibuku sayang..karena anak-anak kecil yang polos tak berdosa,
yang engkau lihat di televisi, sangat muda dan tak berdosa. Mereka di
bom oleh orang-orang pembawa kerusakan. Orang-orang perusak yang hati
mereka sepenuhnya kosong dari rasa kasih, mereka tidak membeda-bedakan
(dalam menyerang), mereka membom seluruh kota dan desa, anak-anak, para
wanita, dan para orangtua. Ibu..rumah-rumah sakit penuh sesak dengan
jasad-jasad tak dikenali (hancur) karena senjata kimia mematikan, dan
jumlah kematian meningkat dari hari ke hari. Ibu, bagaimana aku bisa
tinggal diam melihat semua itu?
Ketika aku melihat tragedi di Palestina? Lebih dari 60 tahun dan
situasi disana semakin memburuk dan memburuk. Ibu, ketika air matamu
jatuh di pipimu, darah-darah dari para ibu mengalir di Jalur Gaza,
pemandangan yang membuat hati-hati terenyuh. Ibu, bagaimana aku bisa
tinggal diam? Saudara-saudari kita dalam keadaan membutuhkan
pertolongan.
"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela)
orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak
yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
(Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (Al Qur'an 4:75)
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam setelah membaca surat dari ukhti
Fatimah?, Fatimah dari Irak dan suratnya dari penjara Abu Ghuraib. Ia
menulis dalam suratnya bahwa dalam satu hari, ia diperkosa oleh
sembilan tentara salibis Amerika selama sembilan kali dalam sehari!
Ia menulis bahwa banyak muslimah yang menjadi hamil karena diperkosa,
mereka harus menanggung anak hasil para binatang biadab!. Ibu, seorang
muslimah, seorang yang suci, wanita dari ummat Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam
diperkosa dan dihinakan dan dijebloskan ke dalam sel. Seluruh dunia
tahu bahwa pemandangan Abu Ghuraib dan apa yang pernah kita saksikan
adalah penjara yang terkenal dengan kekejamannya. Ibu, bagaimana aku
bisa tinggal diam? Ketika beribu-ribu saudara-saudariku di tahan di
penjara-penjara musuh-musuh Allah, mereka dipukuli, dicambuk, dan
disiksa!
Ibu..Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara." (Al Qur'an 49:10)
Tidak ada perbedaan diantara mereka, saudara-saudaraku yang sebenarnya, dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
"tidaklah beriman diantara kalian hingga kalian mencintai untuk
saudara kalian apa yang kalian cintai untuk diri kalian sendiri".
Ibu..hal pertama yang kau inginkan dan kau cintai untuk dirimu adalah
untuk hidup dengan bebas. Apa tindakan kriminal mereka? Apa dosa-dosa
mereka? Semua penyiksaan dilakukan hanya karena mereka beriman kepada
yang Maha Perkasa,
"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan
karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa
lagi Maha Terpuji." (Al Qur;an 85:8)
Melainkan karena mereka mengatakan, "Tuhanku adalah Allah",
"Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah" (Al Qur'an 40:28)
Mereka dibelenggu di sel-sel tahanan yang gelap, mereka berteriak
meminta pertolongan, tetapi ummat ini sibuk, ummat sibuk dengan urusan
duniawi, atau bahkan sibuk dengan ibadah, ummat pergi dan melupakan
saudara-saudari mereka. Ibu..bayangkan, jika aku dalam tahanan sementara
anak-anak dari ummat ini duduk-duduk di rumah dan tidur dalam belaian
ibu mereka di tempat tidur yang nyaman.
Ibu.. bagaimana aku bisa tinggal diam dalam situasi semacam itu?
Para musyrikin menginjakkan kaki mereka di tanah-tanah berkah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Mereka mengisi tank-tank mereka dan pesawat-pesawat tempur untuk
membom saudara-saudari kita di Irak, sementara disana (penguasa Arab -red), beberapa mil dimana orang-orang mencium batu Hajar al aswad (Makkah, Saudi Arabia), kau akan berpikir, "Ya Allah!"
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? 50 negara menginvasi
Afghanistan, haruskah aku tinggal bersama mereka (para penjajah)? Atau
bahkan membayar pajak kepada mereka yang membunuh kaum muslimin?,
ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika aku mendapat kabar bahwa
rezim Pakistan membunuh ratusan muslimah di Lal Masjid (Masjid merah).
Ibu..Allah Subhanu wa Ta'ala berfirman:
"Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang
menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan
berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke
dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah).
Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang
berat." (Al Qur'an 2:114).
Ratusan saudari kita dibunuh dan ummat ini tetap diam!.
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika komunis di Chechnya
merenggut hijab dari kepala saudari-saudari kita!.
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Pergi bekerja, belajar, makan
dan minum dengan enak, membeli pakaian baru? Sementara saudara-saudari
kita di Nigeria berbuka puasa Ramadhan dengan daun-daun dari pohon.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda bahwa seorang wanita dimasukkan ke neraka karena ia mengikat seekor kucing dan tidak memberinya makan".
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika orang-orang kafir
menginjak-injak Al Qur'an dan menghina Islam!. Ibu..bagaimana aku bisa
tinggal diam? Ketika Nabi kita tercinta ‘alaihi sholatu wa salam dihina.
Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam? Ketika mereka (kafirin) menaruh
simbol salib di atas masjid? Ibu..bagaimana aku bisa tinggal diam?
Tolong beritahu aku.
Di seluruh dunia, tidak ada negara yang menerapkan hukum-hukum Allah,
hukum dari yang Maha Mengetahui, Maha bijaksana. Sekarang di sini (di
tanah para syuhada), ada hukum yang diberlakukan dengan hukum Tuhan
semesta alam.
Orang-orang muslim diatur tetapi mereka tidak memerintah, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia" (Al Qur'an 12:40)
Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:
"Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya? (Al Qur'an 95:8)
Para Thaghut/para penguasa murtad di negara-negara sekuler mengambil
musuh-musuh Islam sebagai teman-teman setia mereka dan sekutu-sekutu
mereka dan mengubah hukum Allah dengan hukum-hukum buatan orang kafir.
Mereka menyatakan yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal.
Alkohol (minuman keras), club malam, perzinahan, dsb.
Mereka memerintahkan kemungkaran dan melarang kebaikan. Para munafiqun melawan Islam dan ummat muslim tidak menyadarinya!
Ibuku yang terhormat, bagaimana aku bisa tinggal diam, disaat Jihad telah menjadi Fardhul ‘ayn,
dimana Jihad adalah kewajiban. Ibu..jika aku tetap diam, bukan hanya
pengabaian terhadap Islam, dan situasi kaum muslimin, tetapi lebih dari
itu (pada hakikatnya) pengabaian terhadap hari akhir (kiamat), ketika
Allah akan menanyaiku apa yang aku telah lakukan disaat melihat situasi
saudara-saudariku dan apa yang telah aku lakukan disaat orang-orang
Yahudi mengambil alih kiblat pertama Sholat ummat Muslim (Al Aqsa), maka
dari itu aku pergi (berjihad), bertawakkal kepada Allah, untuk
mempersiapkan diriku dengan amal-amal shalih untuk memberi jawaban
kepada Allah. Demi Allah..aku tidak akan tinggal diam ketika ummat ini
memanggilku dengan mengucapkan firman Allah,
"Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela)
orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak
yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
(Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!". (Al Qur'an 4:75)
Ibu..aku berpisah darimu untuk sementara waktu dan waktu akan
berlalu, tempat bertemu kita di Surga nanti (insya Allah), yang lebarnya
seluas langit dan bumi, yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum
pernah didengar oleh oleh telinga, dan tidak dapat dibayangkan oleh
angan, misik, za fa ran, mutiara, permata, sungai madu, susu, dan
anggur, buah-buahan yang enak rasanya, kesenangan selamanya. Ibu, di
salah satu istanaku, aku akan mengunjungimu insya Allah dan
mengetuk pintumu, sebuah perkumpulan kembali di tempat yang jauh lebih
baik dari dunia ini, kehidupan tanpa dukacita, kehidupan tanpa akhir,
segalah puji bagi Allah.
"mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga
yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di
dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (Al
Qur'an 3:136)
Ibu..hidup di dunia ini, hanya sementara dan hina, hina bagi siapa saja yang puas akannya.
"ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah
antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,
seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian
menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan
dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain
hanyalah kesenangan yang menipu." (Al Qur'an 57:20)
Tempat kita sebenarnya adalah akhirat, di tempat keabadian. Hidup di dunia ini hanyalah ilusi.
"Hai manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka
sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali
janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang
Allah." (Al Qur'an 35:5)
Ibu..janganlah khawatir akan perpisahan kita, bersedihlah akan
situasi saudarai-saudari kita, bersedihlah akan anak-anak yatim-piatu
dan para janda, bersedihlah akan Al Aqsa. Ibu, jangan khawatir
tentangku, jika engkau hendak khawatir tentangku, maka hanya untuk satu
alasan: Apkah aku akan masuk surga atau neraka.
Seperti Ummu Rubayyi' ibunda Haritsah bin Suraqah radiallahu ‘anhu yang telah syahid pada saat perang Badr. Ia datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam keadaan menangis dan berkata, "Ya
Rasulullah beritahu aku keadaan Haritsah, dimana ia? jika ia berada di
Surga, aku akan bersabar atas kehilangannya, jika ia tidak disana, aku
akan meratapinya," Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
"Wahai ibu Haritsah, di surga terdapat taman yang banyak dan putramu
berada di Al-Firdaus Al-A'la (surga tertinggi)". HR. Buhkari
Ibu, dan semua ibu yang anak-anaknya berada di jalan kebenaran, di
jalan yang akan membawa kembali kejayaan Islam dan kaum muslimin,
berbanggalah, dan kepada para ayah terhormat, para orangtua yang
terhormat (yang menganggap jalan jihad adalah salah), jika kalian
berpikir jalan kami salah, bahwa kami telah mempermalukan kalian, bahwa
kami telah menyakiti kalian, bahwa kami telah menghancurkan keluarga,
bahwa kami (dalam pandangan kalian) hijrah dan jihad kami adalah sebuah
bencana, aku harus memberitahu kalian, "Jangan menyalahkan kami!"
Salahkanlah diri kalian sendiri, pemikiran-pemikiran tersebut datang karena kalian jauh dari Agama Allah walillahil hamd, dan tidak menigkuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Ada beberapa alasan mengapa kalian jauh dari dien ini, salah satunya
adalah karena kalian tinggal di negara-negara kafir, orang-orang yang
sepenuhnya jauh dari Agama Allah dan kalian hidup dibawah pengaruh
pemerintahan Tahghut, yang menganggap diri Islam tetapi tidak hidup
dengan Islam yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bawa kepada seluruh ummat manusia. Para orangtua yang terhormat, kalian berkata bahwa kami telah dicuci otaknya, Subhalallah!
Para orangtua yang terhormat, lihatlah hidup kalian: apa yang kalian
tonton? Apa yang kalian baca? Siapa teman-teman kalian,
tetangga-tetangga dan dengan apa-apa yang membuat kalian sibuk untuk
menggapai cita-cita kalian. Lihatlah hidup kalian dan bandingkan dengan
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, dan kemudian tanyakan
kembali kepada diri-diri kalian, siapa yang sebeneranya telah dicuci
otaknya?!. Para orangtua yang terhormat, periksalah keimanan kalian
dengan ujian ini dan mendekatlah kepada Allah.
"janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu
bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (Al Qur'an 3:139)
Teruntuk ibu, dan para ibu yang terhormat, dari Timur hingga Barat di
dunia ini, apakah kalian mengetahui kisah tentang Ummu Ibrahim seorang
yang berbudi luhur? Jadi bukalah hati kalian sebelum membuka telinga
kalian. Ummu Ibrahim Al Hashimiyah, seorang hamba yang berbudi luhur
dari Basra. Ketika itu musuh-musuh Islam menyerang kota-kota kaum
muslimin, para musuh berbaris (siap menyerang), maka dikumandangkanlah
"Hayya ‘ala al jihad!" (Marilah kita berjihad).
Kaum muslimin mendukung dan bergabung untuk jihad, seorang ulama dan
mujahid Abdul Ibn Zaid Al-Basri, menyampaikan Khutbah untuk
menyemangati jihad, seperti yang diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Abdul Wahid berkhotbah di jalan-jalan dan Ummu Ibrahim berada disana,
Abdul Wahid yang juga dipanggil (Ab Ubayd), mengingatkan ummat akan
kewajiban mereka dan akan besarnya pahala bagi orang-orang yang
berjihad, dan ia menggambarkan sosok bidadari yang digambarkan dalam Al
Qu'an dan As Sunnah dan kemudian membuat syair tentang mereka.
Ummat muslim terkagum-kagum dan memandang satu sama lain, mereka
bangkit dan bergairah di dalam hati-hati mereka, Ummu Ibrahim berdiri
dan mendatangi Abu Ubayd dna berkata, "Wahai Abu Ubayd, Wahai Abu Ubayd,
engkau tahu anakku Ibrahim? Para pria terhormat di Bassra menawarkan
putri-putri mereka, tetapi aku pikir Ibrahim terlalu baik untuk mereka,
tetapi demi Allah, aku menyukai gadis yang engkau gambarkan, aku akan
sangat bahagia untuk menikahakannya dengan anakku, wahai Abu Ubayd
kumohon gambarkan lagi tentangnya", Abu Ubayd membacakan sebuah syair,
dan ummat terkagum-kagum.
Ummu Ibrahim berdiri kembali dan mendatangi Abu Ubayd, "Wahai Abu
Ubayd, demi Allah aku sepenuhnya yakin dengan gadis tersebut, aku ingin
ia menjadi pengantin untuknya (Ibrahim), aku mohon kepadamu Abu Ubayd,
biarkan anakku menikahinya, aku memiliki 10.000 dinar dirumah dan akan
mengambilnya sebagai mahar, dan meneyrahkan Ibrahim bersamamu dalam
Jihad, sehingga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengkaruniakan kesyahidan, dan semoga menjadi syafa'at
bagi ku dan ayahnya di hari kiamat", Abu Ubayd berkata, "wahai Ummu
Ibrahim, jika engkau berkeinginan demikian, itu akan menjadi
keberhasilan agung untukmu, ibrahim dan ayahnya, demi Allah itu adalah
keberhasilan yang agung".
Kemudian, Ummu Ibrahim memanggil anaknya dari kerumunan ummat,
Ibrahim mengatakan, "Labbayk ya Umma (aku disini wahai ibu)". Ummu
Ibrahim bertanya kepada Ibrahim, "anakku, apakah engkau senang untuk
menikahi gadis itu (bidadari)? Dengan syarat engkau korbankan jiwamu
dalam jihad?", Ibrahim menjawab, "demi Allah, aku akan sangat senang".
Ummu Ibrahim berdo'a kepada Allah, "Ya Allah, engakulah saksiku, bahwa
aku menikahkan anakku dengan gadis itu (bidadari), jika ia korbankan
jiwanya dalam jihad dan tak pernah kembali, maka terimalah ia Ya Rahman Ar rahiim".
Setelah berdo'a, kemudian ia bergegas pulang ke rumahnya dan kembali
dengan 10.000 dinar, ia membelikan Ibarahim seekor kuda baru dan sebuah
senjata yang bagus. Masha Allah!
Wahai ibu, lihatlah wanita ini dan perannya. Lihatlah peran pentingnya yang seorang muslimah dapat lakukan.
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri
dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang
pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah
menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al
Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada
Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu,
dan Itulah kemenangan yang besar." (Al Qur'an 9:111)
Ummu Ibrahim datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya,
"anakku aku memperingatkanmu, anakku aku memperingatkanmu, jangan
lalai dan berikan yang terbaik di dalam pertempuran", ia memberi
Ibrahim kain kafan dan mencium keningnya dan berkata, "wahai anakku,
semoga Allah tidak akan mempersatukan kita kecuali diantara tangannya
Jalla Fi Ula di hari kiamat".
Para mujahidin memulai barisan jihad mereka. Kemudian Abdul Wahid
mengabarkan, "kami telah mencapai wilayah musuh dan menhadapi mereka dan
Ibrahim berada di barisan terdepan, ia bertawakkal kepada Allah,
menunggu dua hadiah, KEMENANGAN ATAU KESYAHIDAN!, ia menyerang para
musuh dan membunuh banyak dari mereka, ia adalah duri bagi daging-daging
para musuh", itu merupakan keinginan terakhir ibunya (semoga Allah
tidak akan mempersatukan kita kecuali diantara tangannya Jalla Fi Ula di
hari kiamat), itu adalah buah dari upaya kebajikan ibunya. Ibrahim
naik dan turun merusak musuh. Musuh melihat keberanian anak muda ini,
mereka merasa harus mengambil tindakan karena kewalahan dengan Ibrahim
dan mereka membunuhnya. Ibrahim, meninggal sebagai syahid!.
Abdul Wahid mengabarkan, "kami kembali ke Basra", ummat menyambut
pasukan mujahidin dan diantara mereka ada Ummu Ibrahim, ia berkata,
"wahai Abu Ubayd, jika Allah menerima hadiahku, maka berikan selamat
kepadaku, jika tidak, kasihinilah aku". Abdul Wahid berkata, "Bushra,
Bushra, demi Allah!, Allah menerima hadiahmu dan Ibrahim tetap hidup,
Ibrahim diantara para syuhada".
"mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga
yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di
dalamnya; dan Itulah Sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (Al
Qur'an 3:169)
Kemudian, Ummu Ibrahim bersujud untuk bersyukur kepada Allah dan mengatakan "Alhamdulillah".
Di hari berikutnya ia mendatangi masjid dan berkata, "Bushra, Bushra,
wahai Abu Ubayd!, aku melihat anakku di dalam mimpi kemarin malam, ia
berada di taman yang hijau dengan menara hijau, bersandar pada kasur
yang terbuat dari mutiara putih, dengan mahkota di kepalanya, ia berkata
kepadaku, "mahar telah diterima dan kami merayakan pernikahan".
Ibu..tetaplah tabah, anakmu berada di jalan jihad. Ibu..disini para
musuh telah datang, musuhmu dan musuhku, 50 bangsa menyerang tanah ini,
dan bersama mujahidin aku mengangkat senjataku melawan mereka, dan kami
berharap kepada Allah untuk membiarkan kami menjadi duri di dalam
daging-daging para penindas, mereka akan menemukan kami keras (terhadap
mereka) selama darah masih mengalir di urat-urat nadi.
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama
dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih
sayang sesama mereka." (Al Qur'an 48:29)
Ibuku sayang..seperti janji Ibrahim kepada ibunya, aku berjanji
kepadamu bahwa aku akan memberikan yang terbaik tanpa kelalaian (insya
Allah), tujuan kami telah dipahami oleh para sahabat dan musuh-musuh
kita.
Ibuku tercinta, terhormat dan ibuku yang paling berharga, janganlah
bersedih dan tetaplah angkat kepalamu (tabah), berbahagialah, kita hidup
hampir di masa keemasan, dimana Allah Jalla Fi Ula, akan memenangkan kembali agamanya.
Ibuku sayang, jantung hatiku, maafkan aku, kelalaianku dan kesalahan-kesalahanku, berdo'alah untukku dan untuk ummat ini.
Jantung hatiku, pada perpisahan ini, aku ucapkan wa as salamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
Do'a terakhir kami adalah Alhamdulillahi Robil ‘alamiin.
Abu Ibraheem
Semoga Allah memberkahinya dan mengkaruniakan kesyahidan kepadanya dan kepada seluruh mujahidin fisabilillah, Aamiin.
Ibu..bangga dan berbahagialah...anakmu seorang mujahid!
(siraaj/arrahmah.com)
Label:
Mujahid
| share: |
Unknown
No comments
|
Wanita nashrani itu menangis mendengar baca’an qur’an Sayyid Quthb
Pada akhir tahun 1948, Sayyid Quthb (rahimahullah)
meninggalkan Iskandariah, Mesir, menuju Amerika melalui Kapal Api dengan
melintasi laut tengah dan mengarungi samudera Atlantik. Diatas kapal
api itu banyak persitiwa yang membekas dalam hatinya. Bahkan kenangan
dalam perjalanan menuju Amerika itu banyak dituangkan saat ia menulis
Tafsir Fii Dzhilalil Qur'an. Salah satu kisahnya saat beliau melihat
seorang misionaris Kristen berupaya mengkristenkan umat Islam yang
menumpang kapal tersebut. Kejadian itu berlangsung tepat ketika waktu
bergulir menuju Shalat Jum'at.
Sayyid Quthb melihat sang misionaris tidak ubahnya pendeta-pendeta
pada umumnya yang menawarkan ajaran agama Kristen yang sangat kacau.
Sontak saja, hal ini membangkitkan rasa dan semangat keimanannya untuk
menjaga akidah saudara semuslimnya. Tidak butuh menunggu waktu lama, ia
segera menghubungi kapten kapal untuk meminta izin mendirikan Sholat
Jum'at di atas kapal. Semua orang Islam, berikut awak kapal pun kemudian
mendatangi panggilan Shalat Jum'at yang diinisiasikan Sayyid Quthb. Ia
kemudian bertindak sebagai khotib dan usut siapa sangka Sayyid Quthb
ternyata tengah melakukan perubahan besar dalam kapal tersebut.
Rupanya, shalat Jum'at yang ia pimpin adalah shalat Jum'at pertama
yang didirikan di kapal tersebut. Mengenai hal ini, Sayyid Quthb sempat
menulisnya dalam Tafsir Fii Dzihilalil Qur'an saat membahas Surat Yunus.
"Nahkoda kapal (seorang Inggris) memberikan kemudahan kepada kami
untuk menunaikan shalat. Ia memberikan kelonggaran kepada para awak
kapal, para juru masak, dan para pelayannya, yang kesemuanya beragama
Islam untuk menunaikan shalat Jum'at bersama kami asalkan tidak ada
tugas saat waktu itu. Mereka sangat bergembira, karena ini merupakan
kali pertama dilaksanakannya shalat Jum'at di kapal tersebut."
Sayyid bersama para jama'ah kemudian menjadi santapan para
penumpang asing. Gerakan Sholat Sayyid dan kaum muslimin terasa asing
bagi mereka namun memendam kelembutan ibadah yang begitu syahdu. Hingga
sesaat setelah shalat Juma'at dilaksanakan, banyak diantara orang asing
mendatangi Sayyid dan para jama'ah seraya mengucapkan selamat dan sukses
atas ibadah Jum'at yang baru saja dilaksanakan. Sayyid Quthb pun
menulis kenangan itu dalam Kitab Fi Dzhilalil Qur'annya,
"Saya bertindak sebagai Khatib dan imam shalat Jum'at itu. Para
penumpang yang sebagian besarnya orang asing itu duduk-duduk
berkelompok-kelompok menyaksikan kami shalat. Setelah menunaikan shalat
banyak dari mereka, yang datang kepada kami untuk mengucapkan selamat
atas kesuksesan kami melaksanakan tugas suci. Dan ini merupakan puncak
pengetahuan mereka tentang shalat kami."
Salah satu orang yang mendatangi jama'ah Sayyid Quthb ialah seorang
wanita Nashrani berkebangsaan Yugoslavia yang melarikan diri dari
tekanan dan ancaman komunis Teito. Wanita itu mengaku takjub atas
kesyahduan dan ketertiban Shalat Jum'at yang didirikan kaum muslimin.
Air matanya pun tak kuasa jatuh tak terbendung mengetahui betapa
nilai-nilai rabbani yang dilantunkan Sayyid Quthb mampu menyentuh
perasaannya.
Dengan diliputi rasa heran, ia pun bertanya-tanya alunan musik apa
yang baru saja dibacakan Sayyid Quthb. Tidak pernah rasanya dalam hidup
ia mendengar untaian Syahdu yang begitu merasuk ke dalam kalbu. Iramanya
lembut dan bahasanya pun penuh ketentraman hati. Jadi, bacaan seperti
ini sangatlah asing dalam agamanya. Dan begitu kagetnya sang wanita
nashrani itu ketika mengetahui bahwa bahasa yang dilantunkan Sayyid
Quthb dalam Shalat Jum'at adalah ayat-ayat Al Qur'anul Karim, sebuah
kitab suci mulia bagi umat muslim.
Inilah yang membuat Sayyid Quthb semakin memahami bagaimana kekuatan
redaksional ayat Qur'an begitu mempesona. Tidak hanya bagi umat muslim,
juga bagi non muslim. Karena ucapan takjub itu keluar dari mulut seorang
wanita yang belum pernah mendengar satu huruf pun di dalam Al Qur'an,
apalagi memahaminya. Tentang kejadian itu, Sayyid Quthb menulis dalam
Kitab Fii Dzhilalil Qur'an,
"Terjadinya peristiwa ini dan peristiwa-peristiwa serupa lainnya,
yang dialami banyak orang menunjukkan bahwa di dalam Al Qur'an ini
terdapat rahasia lain yang ditangkap oleh sebagian hati manusia, hanya
semata-mata ia mendengar Al Qur'an dibaca. Boleh jadi keimanan wanita
kepada agamanya dan pelariannya dari negeri komunis itu telah menjadikan
perasaannya begitu sensitif terhdap kalimat-kalimat Allah secara
mengaggumkan seperti ini."
Maka itu Sayyid Quthb, merasa perlu untuk memperbincangkan kekuatan
Al Qur'an yang tersembunyi dan mengagumkan itu. Menurut Sayyid Quthb
penyampaian Al Qur'an memiliki keistemewaan karena yang ditunjukinya
lebih luas, pengungkapannya lebih lembut, indah, dan lebih hidup. Selain
itu, Al Qur'an pun memiliki metode penjelasan yang diluar kemampuan
jangkauan manusia. Seperti bagaimana Al Qur'an menyampaikan metodenya
dalam beberapa ayat di dalam surat Yunus.
" dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka
diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak Menganiaya dan
menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam
berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang
dipercayai oleh Bani Israil, dan saya Termasuk orang-orang yang
berserah diri (kepada Allah)". (Surat Yunus, 90)
Menurut Sayyid Quthb, sampai kisah ini diceritakan, Allah kemudian
mengomentari secara langsung, dengan firman yang diarahkan kepada
pemandangan yang dihadapi sekarang,
" Apakah sekarang (baru kamu percaya), Padahal Sesungguhnya kamu
telah durhaka sejak dahulu, dan kamu Termasuk orang-orang yang berbuat
kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat
menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan
sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan
kami." (Surat Yunus 91-92)
Kemudian disusul lagi dengan membeberkan pandangan yang terus terjadi hingga sekarang ini, (bahkan pada masa-masa selanjutnya),
"dan Sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat
kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik. Maka
mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka
pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan
memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka
perselisihkan itu." (Surat Yunus 93)
Maka benarlah kata Sayyid Quthb bahwa redaksi Al Qur'an sangat
berbeda dengan redaksi ciptaan manusia. Redaksi atau susunan Al Qur'an
mempunyai kekuatan yang hebat terhadap jiwa, dimana redaksi ciptaan
manusia tidak pernah bisa memilikinya. Dengan hanya membacanya, maka
kadang-kadang dapat menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap orang-orang
yang tidak tahu apa-apa tentang bahasa Arab. Ya termasuk wanita
Yugoslavia itu, yang menangis mendengar bacaan Al Qur'an.
Courtesy By : Muhammad Pizaro - Islampos.com
Label:
Seputar Islam
| share: |
Unknown
No comments
|
PERBANDINGAN JUMLAH KORBAN PERANG ISLAM DAN PERANG KRISTEN

Menjelek-jelekkan
agama Islam sebenarnya kegiatan yang sudah ada sejak dahulu, yaitu
sejak Nabi Muhammad SAW diutus pertama kali di tanah Arab. Orang-orang
Arab Jahiliyah di masa itu tidak pernah kehabisan akal untuk menghalangi
manusia dari mendapat hidayah. Ada ada saja akal mereka untuk
menjelekkan agama Islam, termasuk menjelekkan pribadi Rasulullah SAW.
Kadang
mereka bilang Muhammad SAW itu orang gila, kadang mereka bilang
penyihir, kadang mereka bilang penyair dan tidak jarang pula mereka
bilang bahwa ajaran Muhammad SAW itu didapat dari banyak membaca kitab
suci agama samawi sebelumnya. Maka kalau ada situs yang sering
menjelekkan agama Islam hari ini, wajar-wajar saja. Memang sudah
sunnatullah ada baik dan ada buruk, ada mukmin dan ada iblis laknatullah
?alihi, dan adaal-haq dan ada al-batil.
Tentu saja situs
seperti itu dimotori oleh orang-orang yang tidak punya iman, setidaknya
oleh orang-orang yang keliru cara pandangnya terhadap agama Islam. Kita
doakan saja bahwa siapa tahu suatu saat nanti Allah SWT akan memberikan
hidayah kepada mereka.
Kita jangan terlalu emosi dan
pesimis dengan hal ini. Bukankah kasus orang yang membenci agama Islam
pada awalnya, kemudian mendapat hidayah dan akhirnya berbalik jadi
pembela Islam nomor wahid, sudah terlalu banyak yang bisa disebut?
Misalnya saja kisah-kisah berikut ini:
Taubatnya Umar bin Al-Khattab radhiyallahu'anhu
Sebelum
masuk Islam, beliau adalah orang nomor satu yang sangat anti Islam,
bukan hanya lidahnya saja yang tajam, bahkan pedangnya pun tidak
ragu-ragu diayunkan untuk membunuh Muhammad SAW. Tapi kalau Allah SWT
sudah berkehendak untuk memberi hidayah, tidak ada yang bisa
menghalangi. Tiba-tiba hidayah itu merasuk ke dalam dirinya, dan beliau
pun berbalik masuk Islam.
Konon hal itu karena Rasulullah
SAW pernah berdoa agar Allah SWT menguatkan agama Islam ini dengan salah
satu dari dua Umar. Ternyata yang diberi hidayah adalah Umar bin
Al-Khattab. Jadilah beliau pembela Islam yang sejati.
Karena
itu mari kita berdoa bersama-sama agar siapa pun yang kerjanya selalu
menjelek-jelekkan Islam, baik lewat lisan, tulisan atau perbuatan, agar
Allah SWT berkenan menurunkan hidayah-Nya ke dalam hatinya yang paling
dalam, dan mengembalikannya ke jalan yang lurus. Amien ya rabbal
'alamin.
Islam Bukan Agama Darah
Sebenarnya
mudah saja untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu, atau ejekan bahwa
Islam adalah agama berdarah-darah, memerintahkan pembunuhan,
menghalalkan peperangan, sampai mereka bilang bahwa Islam disebarkan
lewat pedang.
Mungkin kita tidak perlu diskusi dengan
mereka dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran, sebab boleh jadi kita
sendiri malah tidak, atau belum banyak belajar ilmu Al-Quran. Mari kita
ajak mereka ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data.
Coba
kita lihat sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau
dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam
peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul. Dr. Muhammad Imarah
pernah melakukan hitung-hitungan, ternyata dari 20-an perang besar yang
pernah melibatkan Rasulullah SAW, tercatat korban jiwa hanya 386 orang
saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan kafir.
Bayangkan,
meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi
di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepajang
sejarah nabi. Angka itu sangat kecil dibandingkan dengan angka korban
jiwa yang terjadi di manapun di muka bumi.
Korban Perang Agama Kristen di Eropa
Coba
bandingkan dengan perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik
melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta
nyawa. Kalau dikatakan bahwa Islam itu haus darah, karena perangnya
telah merenggut 386 nyawa, lalu Katholik dan Protestanyang berperang
saudara dan menewaskan 10 juta nyawa itu mau kita sebut apa?
Filosuf
Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta
orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah.
Coba pikir lagi, siapa sih yang haus darah?
Korban Revolusi Bolsevic
Di
Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada
tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah
komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan
sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau
bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?
Korban
Bom Atom Amerika di Jepang Di tahun 1945, Amerika telah menjatuhbom di
Hiroshima yang merenggut nyawa 140 ribu orang. Sedangkan di Nagasaki
jumlah korbannya 70 ribu jiwa. Belum terhitung mereka yang luka, sakit
dan cacat seumur hidupterkena radiasi nuklirnya. Pengeboman itu
dilakukan resmi oleh pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Rosevelt,
Presiden USA saat itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penemuan
besar tenaga nuklir digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Yang
harus darah itu Islam atau Amerika?
Korban Suku Indian
Jauh
sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli
yang menghuni dengan damai benua itu. Namun pada tahun 1830 lahir
Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap
bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit
putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya
sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal. Apakah Islam masih mau
dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?
Korban Rwanda
Di
Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian
terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu
sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi,
juga menjadi korban pembantaian tersebut.
Korban Perang Dunia Kedua
Di
tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak
1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang
dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak
kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja
pembunuhan 3,17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi. Dan perang
itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri
Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah
peradaban Islam melahirkan perang dunia?
Korban Pembantaian Yahudi di Palestina
Kelompok
teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya,
antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang
Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem. Dan Ariel Sharon ketika
menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat
pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan
Shatila, selatan Lebanon tahun 1982. Itu bukan perang tapi pembantaian.
Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga
sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama
haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah,
penuh kasihdan lemah lembut?
Korban Serbia di Bosnia
Pasukan
Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan
etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang
berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun
tersebut. Dan penduduk Bosnia Herzegoviaberagama Islam, sejak zaman
khilafah Turki Utsmani. Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?
Data Korban Perang Dalam Sirah Nabawi
Kalau
Islam masih dikatakan haus darah, atau disebarkan dengan pedang, mari
kita teliti lebih dalam jumlah jumlah korban tewas dalam peperangan
dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.
- Perang Badar tahun 2 Hijriyah, korban kafir 70 orang, korban muslim 14 orang
- Operasi Abdullah bin Jahsy tahun 2 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada.
- Perang As-Sawiq tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada.
- Operasi Ka'ab bin Asyraf tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
- Perang Uhud tahun 3 Hijriyah, korban kafir 22 orang, korban muslim 70 orang
- Perang Hamra'ul Asad tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
- Operasi Raji' tahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 7 orang
- Operasi Bi'ru Ma'unahtahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 27 orang
- Perang Khandaq tahun5 Hijriyah, korban kafir 3 orang, korban muslim 5 orang
- Perang Bani Quraidhahtahun 5 Hijriyah, korban kafir 600 orang, korban muslim tidak ada. Tapi sebenarnya angka ini tidak bisa dikatakan sebagai korban perang, karena 600 orang itu memag dihukum mati karena pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
- Operasi Atik 5 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada
- Perang Dzi Qird tahun6 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim-muslim orang
- Perang Bani Mushthaliq tahun6 Hijriyah, korban kafirtidak ada, korban muslim 1 orang
- Perang Khaibar tahun 7 Hijriyah, korban kafir 2 orang, korban muslim 20 orang
- Perang Wadilqura tahun 7 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 1 orang
- Perang Mu'tah tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 11orang
- Perang Fathu Makkah tahun 8 Hijriyah, korban kafir 17 orang, korban muslim3 orang
- Perang Hunain tahun 8 Hijriyah, korban kafir 84 orang, korban muslim 4 orang
- Perang Thaif tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada orang, korban muslim 13 orang
- Perang Tabuk tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada
Itulah
data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23
tahun berdakwah, jumlahnya hanya 386 jiwa saja, sudah termasuk muslim
dan kafir.
Mana buktinya kalau Islam itu haus darah dan
memerintahkan pembunuhan? Semua itu hanya tuduhan yang tidak jelas ujung
pangkalnya, buatan orang-orang kafir yang pandai menipu. Mereka gunakan
ayat Quran untuk mencari-cari alasan bahwa Islam itu haus darah,
ternyata argumentasi mereka mentah, sebab di dalam tataran sejarah,
tidak pernah terbukti tuduhan itu.
Justru kehidupan di luar Islam adalah kehidupan yang penuh bersimbah darah yang menjijikkan.
Label:
Khilafah Islamiyah
| share: |
Unknown
No comments
|
MEMAHAMI HIKMAH PERANG DALAM SEJARAH ISLAM

Kata
Islam berasal dari akar kata Salima yang berarti selamat, damai,
sentosa. Sedangkan Islam adalah berarti tunduk, patuh, berserah diri,
menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah SWT, Sang Pemilik, Sang
Pencipta Alam Semesta dan segala isinya, agar tercapai keselamatan dan
kedamaian di muka bumi. Oleh karenanya perintah utama yang disampaikan
oleh seluruh Nabi dan Rasul kepada umat manusia sejak zaman nabi Adam as
hingga Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman, tidak pernah
berubah yaitu memurnikan ketundukkan, penyembahan dan penghambaan hanya
kepada-Nya, tidak ada yang selain-Nya. Ini adalah ajaran Tauhid.
Jadi
sesungguhnya semua agama yang diturunkan melalui perantaraan para Nabi
dan Rasul pada dasarnya adalah satu, yaitu Islam. Yang berbeda hanyalah
syariat, cara penyembahan, yang sesuai dengan zaman dimana Sang Rasul
diturunkan ditengah masyarakatnya.
Yang disebut Islam yang
dikenal sekarang ini adalah agama Islam yang diturunkan melalui
Rasulullah Muhammad SAW 14 abad silam dengan kitabnya Al-Qur’an. Didalam
kitab ini diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi penutup yang
diutus untuk seluruh umat yang ada di dunia ini. Allah SWT tidak akan
mengutus lagi seorangpun Nabi maupun Rasul setelah itu. Artinya syariat
yang dikehendaki dan diridhoi setelah adanya ajaran Muhammad SAW hingga
akhir zaman nanti hanyalah ajaran yang dibawanya tersebut. Sedangkan
ajaran dan syariat yang dibawa para Nabi dan Rasul terdahulu hanya
berlaku untuk masa yang telah lalu dan umat tertentu pula.
Para
Nabi dan Rasul ini mengajarkan bahwa dibalik kehidupan di dunia ini
terdapat kehidupan akhirat. Semua kitab yang dibawa para utusan tersebut
menerangkan hal ini dengan sangat jelas.
”dan mereka
yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu
dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan
adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk
dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS.Al-Baqarah[2]:4-5).
Ironisnya,
kehidupan akhirat ini jauh lebih kekal daripada kehidupan dunia. Dan
kehidupan akhirat terbagi dua, yaitu surga dan neraka. Surga adalah
kehidupan yang menyenangkan dan penuh kenikmatan sebaliknya neraka
adalah kehidupan yang penuh kesengsaraan, penuh siksaan dan penderitaan.
Celakanya lagi, kehidupan dunia inilah yang menentukan kehidupan
akhirat nanti, tentu saja atas izin-Nya.
Maha Suci Allah,
Ia tidak menginginkan hambanya masuk neraka. Sesungguhnya neraka dan
siksaan yang ditunjukkannya hanyalah ancaman dan peringatan agar
hamba-Nya berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunianya, agar ia tidak
tersesat dengan hanya mengikuti hawa nafsu serta menuruti godaan
syaitan terkutuk. Untuk itulah Ia mengutus para Nabi dan Rasul lengkap
dengan Kitab Petunjuknya. Dan untuk itu pula Allah SWT memerintahkan
para utusan-Nya untuk memerangi hamba-hamba-Nya yang tersesat, bila
mereka tidak mau dan tidak bisa didakwahi secara baik-baik. Itu semua
demi keselamatan hamba yang dicintai-Nya dari siksa neraka yang sangat
mengerikan!
Rasulullah SAW berdakwah di Makkah secara
sembunyi-sembunyi 3 tahun lamanya. Setelah itu turun ayat agar beliau
berdakwah secara terang-terangan. Namun ajakannya menuju kebaikan,
menuju penyembahan Tauhid yang benar, tidak disambut dengan baik.
Sebaliknya Rasulullah dan para sahabat malah diejek, dilecehkan dan
dianiaya. Sejumlah sahabat seperti Sumayyah dan suaminya disiksa
kemudian dibunuh. Siksaan demi siksaan terus ditingkatkan. Kaum
musyrikin yang keras kepala tersebut bahkan melakukan pemboikotan.
Selama
2 atau 3 tahun para sahabat hidup dalam kesulitan baik dalam hal
makanan dan minuman maupun berinteraksi dengan dunia luar. Padahal
mereka tidak berbuat kejahatan, mereka hanya ingin memurnikan
penghambaan dan penyembahan kepada yang berhak. Bahkan Rasulullahpun
tidak luput dari ancaman pembunuhan sehingga akhirnya kaum Muslimin
terpaksa menuju Madinah meninggalkan kota kelahiran mereka, Makkah, kota
dimana mereka mencari nafkah kehidupan.
Namun di kota
baru tersebut, kaum Muslimin tetap tidak dapat hidup dengan tenang.
Kali ini kaum Yahudi yang banyak menempati wilayah-wilayah tertentu di
Madinah, ikut memusuhi kaum Muslimin. Mereka merasa benci dan dengki
karena Sang Mesiah, utusan yang dijanjikan dalam kitab mereka,
ternyata bukan datang dari kalangan mereka, melainkan dari bangsa Arab
yang selama ini mereka lecehkan. Perjanjian Madinah yang isinya antara
lain saling menghormati ajaran masing-masingpun mereka langgar.
Orang-orang Yahudi ini malah memprovokasi penduduk Makkah dan sekitarnya
agar mereka bersatu menyerang dan mengenyahkan ajaran Islam yang baru
tumbuh tersebut. Akhirnya muncullah peperangan demi peperangan: Perang
Badar, Perang Uhud, Perang Parit, Perang Khaibar dan sebagainya.
Perang
yang mendapat izin dari-Nya mulanya memang hanya untuk mempertahankan
diri. Kemudian setelah Islam berdiri tegak, perang diperintahkan dengan
tujuan menghilangkan penyembahan terhadap berhala dan kembali ke ajaran
Tauhid. Tetapi dengan syarat pihak yang akan diperangi harus didakwahi
terlebih dahulu secara damai. Bila mereka menolak dan ingin tetap pada
pendiriannya semula, mereka tidak boleh menghalangi apalagi mengganggu
ajaran Islam. Jika ia berada di bawah kekuasaan pemerintahan Islam,
orang-orang seperti itu tetap berhak mendapat hak perlindungan. Namun
sebagai gantinya mereka harus membayar jiziah. (zakat bagi
penduduk Muslimin). Tetapi bila mereka menolak apalagi mengganggu dan
menghalangi ajaran Islam maka mereka wajib diperangi. Namun demikian
perempuan, anak-anak, orang tua bahkan tanamanpun dilarang untuk
dihancurkan kecuali karena sebab-sebab khusus.
” Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah”. (QS.Al-Anfal[8]:39).
Tetapi
harus diingat, perang dalam Islam bukan untuk kepentingan politik,
kelompok, ras maupun golongan tertentu. Perang adalah pilihan terakhir
demi tercapainya masyarakat yang adil, damai, tunduk dan patuh terhadap
aturan Sang Pemilik Yang Tunggal. Jadi tujuan perang bukan untuk mencari
korban dan asal membunuh saja. Hal ini jelas tercermin dari jumlah
korban selama peperangan yang terjadi pada masa hidup Rasulullah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selama 23 tahun masa kepemimpinan langsung Rasulullah SAW tercatat terjadi kurang lebih 20 perang besar. Hasil penelitian Dr. Muhammad Imarah, seorang cendekiawan Muslim Mesir terkenal atas seluruh perang ini menunjukkan bahwa ternyata jumlah korban yang jatuh sepanjang masa itu hanya 386 orang, baik dari pihak Muslim maupun pihak musuh!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bandingkan
dengan perang saudara antara Katholik vs Protestan yang terjadi selama
30 tahun antara 1618-1648. Perang ini menelan korban jiwa 10 juta orang!
Menurut Voltaire, seorang filsuf Perancis yang hidup antara tahun
1694-1778 jumlah tersebut sama dengan jumlah 40% penduduk Eropa Tengah
pada abad pertengahan. Bandingkan juga dengan jumlah korban yang tewas
paska lahirnya UU Indian Removal Act tahun 1830 yang menyebabkan 70.000
orang Indian tewas dan terusir dari tanah airnya sendiri. Atau
bandingkan dengan jumlah korban bom atom di Hirosima dan Nagasaki pada
tahun 1945 yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.
“Demi
Allah, wahai paman! sekiranya mereka letakkan matahari di sebelah
kananku dan bulan disebelah kiriku dengan maksud agar aku tinggalkan
pekerjaan ini (menyeru mereka kepada agama Allah) sehingga ia tersiar
(dimuka bumi) atau aku akan binasa karenanya, namun aku tidak akan
menghentikan pekerjaan ini”.
Itu
yang diucapkan Rasulullah SAW ketika Abu Thalib, sang paman yang selama
itu senantiasa melindunginya, menganjurkan agar beliau mau menghentikan
syi’ar karena ia merasa tak mampu terus menerus melindungi keponakan
tercintanya karena ia sendiri terus ditekan para pemuka Quraisy. Ajakan
ini pulalah yang terus dikumandangkan para utusan Allah sejak dahulu
kala, agar manusia terhindar dari siksa api neraka.
”
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus)
kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku
sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku
tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam”. (QS.Asy-Syuara’[26]:107-109).
Sayangnya,
kebanyakan orang tidak mau lagi memikirkan Hari Akhirat. Kecintaan
terhadap dunia yang berlebihan serta takut akan mati membuat pandangan
dan pikiran menjadi picik dan sempit. Kebebasan berpendapat dan segala
macam ideologi yang hanya sebatas pada kepentingan yang sifatnya
duniawiyah dan hanya menguntungkan kelompok tertentu terus
bermuncullan. Padahal hukum yang seperti ini akhirnya hanya akan
memunculkan Hukum Rimba, siapa kuat dialah yang menang. Sungguh
orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang merugi dan sangat patut
di belas-kasihani.
Wallahu’alam bi shawab.
Courtesy By : vienmuhadi.com
Courtesy By : vienmuhadi.com
Label:
Khilafah Islamiyah
| share: Senin, 25 Juni 2012 |
Unknown
No comments
|
BEBERAPA PERANG RASULULLAH SAW DAN FAKTA-FAKTA YANG PERLU ANDA KETAHUI

PERANG BADAR
Inilah perang pertama yang dilakukan kaum muslimin. Sekaligus peristiwa paling penting bagi sejarah perkembangan da’wah Islam. Meski dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibanding kekuatan musuh, dengan pertolongan Allah, kaum muslimin berhasil menang menaklukkan pasukan kafir.
Rasulullah SAW berangkat bersama tigaratusan orang sahabat dalam perang Badar. Ada yang mengatakan mereka berjumlah 313, 314, dan 31 7 orang. Mereka kira-kira terdiri dari 82 atau 86 Muhajirin serta 61 kabilah Aus dan 170 kabilah Khazraj. Kaum muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. mereka hanya memiliki dua ekor kuda, milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al-Kindi. Di samping itu mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian, setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah saw sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi.
Sementara jumlah pasukan kafir Quraisy sepuluh kali lipat. Tak kurang seribu tiga ratusan prajurit. Dengan seratus kuda dan enam ratus perisai, serta onta yang jumlahnya tak diketahui secara pasti, dan dipimpin langsung oleh Abu Jahal bin Hisyam. Sedangkan pendanaan perang ditanggung langsung oleh sembilan pemimpin Quraisy. Setiap hari, mereka menyembelih sekitar sembilan atau sepuluh ekor unta.

PERANG UHUD
Kekalahan di Badar menanamkan dendam mendalam di hati kaum kafir Quraisy. Mereka pun keluar ke bukit Uhud hendak menyerbu kaum Muslimin. Pasukan Islam berangkat dengan kekuatan sekitar seribu orang prajurit, seratus diantaranya menggunakan baju besi, dan lima puluh lainnya menunggang kuda.
Di sebuah tempat bernama asy-Syauth, kaum muslimin melakukan shalat subuh. Tempat ini sangat dekat dengan musuh sehingga mereka bisa dengan mudah saling melihat. Ternyata pasukan musuh berjumlah sangat banyak. Mereka berkekuatan tiga ribu tentara, terdiri dari orang-orang Quraisy dan sekutunya. Mereka juga memiliki tiga ribu onta, dua ratus ekor kuda dan tujuh ratus buah baju besi.
Pada kondisi sulit itu, Abdullah bin Ubay, sang munafiq, berkhianat dengan membujuk kaum muslimin untuk kembali ke Madinah. Sepertiga pasukan, atau sekitar tiga ratus prajurit akhirnya mundur. Abdullah bin Ubay mengatakan, “Kami tidak tahu, mengapa kami membunuh diri kami sendiri?"
Setelah kemunduran tiga ratus prajurit tersebut, Rasulullah melakukan konsolidasi dengan sisa pasukan yang jumlahnya sekitar tujuh ratus prrajurit untuk melanjutkan perang. Allah memberi mereka kemenangan, meski awalnya sempat kocar-kacir.

PERANG MU'TAH
Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra. Al-Harits dicegat oleh Syurahbil bin Amr, seorang gubernur wilayah Balqa di Syam, ditangkap dan dipenggal lehemya. Untuk perang ini, Rasulullah mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu prajurit. Inilah pasukan Islam terbesar pada waktu itu.
Mereka bergerak ke arah utara dan beristirahat di Mu’an. Saat itulah mereka memperoleh informasi bahwa Heraklius telah berada di salah satu bagian wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu prajurit Romawi. Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra kurang lebih seratus ribu prajurit. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu prajurit.

PERANG AHZAB
Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Makkah untuk melakukan provokasi agar kaum kafir mau bersatu untuk menumpas kaum muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga mendatangi Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan pada orang Quraisy. Selanjutnya mereka mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah untuk melakukan hal yang sama. Semua kelompok itu akhirnya sepakat untuk bergabung dan menghabisi kaum muslimin di Madinah sampai ke akar-akarnya. Jumlah keseluruhan pasukan Ahzab (sekutu) adalah sekitar sepuluh ribu prajurit. Jumlah itu disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak ketimbang jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua. Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas ide Salman al-Farisi, kaum muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah.

PERANG TABUK
Romawi memiliki kekuatan militer paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan. Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.
Mendengar persiapan besar pasukan Romawi, kaum muslimin berlomba melakukan persiapan perang. Para tokoh sahabat memberi infaq fi sabilillah dalam suasana yang sangat mengagumkan. Utsman menyedekahkan dua ratus onta lengkap dengan pelana dan barang-barang yang diangkutnya. Kemudian ia menambahkan lagi sekitar seratus onta lengkap dengan pelana dan perlengkapannya. Lalu ia datang lagi dengan membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah saw. Utsman terus bersedekah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus onta seratus kuda, dan uang dalam jumlah besar. Abdurrahman bin Auf membawa dua ratus uqiyah perak. Abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak menyisakan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Umar datang menyerahkan setengah hartanya. Abbas datang menyerahkan harta yang cukup banyak. Thalhah, Sa’d bin Ubadah, dan Muhammad bin Maslamah, semuanya datang memberikan sedekahnya. Ashim bin Adi datang dengan menyerahkan sembilan puluh wasaq kurma dan diikuti oleh para sahabat yang lain.
Jumlah pasukan Islam yang terkumpul sebenarnya cukup besar, tiga puluh ribu personil. Tapi mereka minim perlengkapan perang. Bekal makanan dan kendaraan yang ada masih sangat sedikit dibanding dengan jumlah pasukan. Setiap delapan belas orang mendapat jatah satu onta yang mereka kendarai secara bergantian. Berulangkali mereka memakan dedaunan sehingga bibir mereka rusak. Mereka terpaksa menyembelih unta, meski jumlahnya sedikit, agar dapat meminum air yang terdapat dalam kantong air onta tersebut. Oleh karena itu, pasukan ini dinamakan jaisyul usrrah, atau pasukan yang berada dalam kesulitan.
Kisah-kisah di atas, adalah kisah tentang kiprah kader-kader inti perjuangan Islam. Bersama (pertolongan) Allah mereka mengukir prestasi gemilang yang selalu dikenang sepanjang masa.
Allahu Akbar!
Label:
Khilafah Islamiyah
Langganan:
Postingan (Atom)
Unknown

