Tampilkan postingan dengan label Khilafah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khilafah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
share:

Senin, 02 Juli 2012
Sieun Gaming
No comments

Kisah Wanita Mempersembahkan Suami dan Anaknya Menjadi Syuhada'

Akan kami kenang kalian bersama para Mujahid yg lebih dulu pergi dan engkau akan seperti Harum kisah wanginya para Syuhada

 


Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada sayyidil anam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Abu Qudamah al-Syami adalah seorang laki-laki yang Allah tanamkan kecintaan kepada jihad di jalan-Nya. Beberapa peperangan melawan Romawi telah ia ikuti. Keberanian dan kemahirannya dalam berperang tidaklah diragukan lagi.

Pada suatu hari Abu Qudamah duduk di masjid Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan sebagian kisah perangnya. Orang-orang yang duduk di majelisnya memintanya untuk menceritakan kisah paling menakjubkan yang pernah ia jumpai di medan jihad. Kemudian mulailah ia menceritakan kisah paling menyentuh dan menakjubkan yang pernah ia temui.

Pada suatu hari saat ia berangkat berjihad menghadapi tentara Romawi, ia melewati kota Raqqah di pinggiran sungai Farrat. Tujuannya ke sana untuk membeli beberapa ekor unta untuk berjihad.

Saat berada di Raqqah, ada seorang wanita mendatanginya. Wanita tadi mengabarkan, ia ingin bershadaqah dengan rambutnya untuk jihad fi sabilillah. Ia telah memotong rambutnya yang panjang, lalu ia keraskan dengan lumpur. Ia meminta Abu Qudamah untuk menerima rambutnya tersebut untuk digunakan sebagai cemeti dan tali kendali kuda para mujahid.

Wanita tadi memberitahukan, suaminya telah berjihad dan menemui kesyahidan. Anak-anaknya juga demikian, mereka berjihad dan telah menemui kesyahidan. Tidak tersisa dari anak laki-lakinya kecuali seorang remaja yang baru berumur 15 tahun. Walau umurnya masih kecil tapi ia rajin puasa dan shalat malam, hafal Al-Qur'an, ahli berkuda dan pandai berperang. Anak tersebut adalah remaja paling tampan dan paling shalih di antara anak remaja seumurannya.

Abu Qudamah menunggu kedatangan remaja tadi cukup lama, namun tak kunjung tiba. Lalu ia dan pasukannya meninggalkan kota Raqqah untuk berjihad melawan pasukan Romawi. Perjalanan tersebut memakan waktu berhari-hari. Di tengah perjalanan tersebut, pasukan bertemu dengan remaja yang diceritakan wantia tadi. Remaja mujahid tersebut berada di atas kudanya. Ia berbincang dengan Abu Qudamah. Mengenalkan diri, ia anak wanita yang telah ditemuinya. Ayah dan saudara-saudaranya telah lebih dulu berjumpa dengan Allah sebagai syuhada'. Ia sangat ingin mendapatkan kesyahidan sebagaimana mereka.

Sebenarnya Abu Qudamah ingin menolak anak tersebut karena usianya yang masih belia. Ia khawatir akan keselamatannya. Tapi anak tadi terus mendesak agar bisa ikut berjhad dengannya. Ia mengaku memahami trik perang Romawi dan pandai memanah, hafal Al-Qur'an, memahami sunnah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Ia menyampaikan ingin menjadi seorang syahid putra dari bapak yang syahid (Syahid bin Syahid).

Sang remaja mengabarkan kepada Abu Qudamah bahwa ibunya menitipkan dirinya kepadanya. Sang bunda memintanya agar bersungguh-sungguh mencari kesyahidan. Tidak boleh lari menghindar dari orang kafir dan kabur dari medan perang. Hendaknya ia menghibahkan dirinya kepada Allah dan memohon kepada-Nya supaya bisa berdampingan dengan ayahnya, saudara-saudara dan pamannya.

Abu Qudamah terenyuh dengan apa yang didengarnya. Ia meminta kepada sang anak untuk selalu bersamanya. Posisi pasukan mujahidin sudah mendekati pasukan Romawi saat matahari tenggelam. Saat itu pasukan mujahidin sedang berpuasa. Maka anak remaja yang pandai berkuda itu memasakkan makanan berbuka untuk mereka.

Setelah semua usai maka anak remaja tadi tidur sangat nyenyak. Abu Qudamah memandanginya. Tiba-tiba anak tersebut tertawa di tengah tidurnya. Abu Qudamah pun memanggil sehabat-sahabatnya untuk melihat anak yang tertidur sambil tertawa tadi karena terheran-terheran dengan pemandangan tersebut.

Saat anak remaja terbangun, Abu Qudamah dan para sahabatnya menanyakan perihal sebab tertawanya saat tidur. Ia memberitahu mereka, ia telah bermimpi dalam tidurnya sehingga membuatnya tertawa.

Ia menceritakan, telah bermimpi berada di taman yang hijau. Di tengah-tengahnya terdapat istana dari emas dan perak. Di dalam istana tersebut terdapat gadis-gadis cantik yang wajah mereka laksana bulan. Saat mereka melihatnya, mereka menghampirinya untuk menyambutnya. Lalu ia mengulurkan tangannya kepada salah seorang dari mereka. Namun mereka berkata kepadanya, "Jangan terburu-buru. Sesungguhnya kamu itu suami bagi wanita yang diridhai, ia berada di dalam istana."

Kemudian ia naik ke dalam istana, ia melihat gadis yang wajahnya laksana matahari. Kecantikannya membuat mata terbelalak dan kesemsem padanya. Gadis itu memberitahu, remaja itu untuk dirinya dan dirinya untuk remaja tersebut. Saat remaja tadi mengulurkan tangannya kepadanya, ia berkata padanya: "Jangan buru-buru. Waktu yang dijanjikan antara aku dan engkau adalah besok saat shalat Zuhur. Maka bergembiralah!"

Keesokan harinya, di pagi-pagi buta pasukan mujahidin bertemu dengan pasukan Romawi. Peperangan pun pecah. Romawi menggempur pasukan mujahidin. Remaja penunggang kuda bersama saudara-saudaranya dari kalangan mujahidin memberikan perlawanan yang tak kalah kuatnya. Khususnya remaja tersebut, ia berperang dengan penuh keberanian sampai berhasil membunuh cukup banyak dari pasukan lawan.

Peperangan berlangsung cukup lama. Jatuh korban dari dua pihak. Namun, peperangan berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.

Abu Qadamah mulai mencari keberadaan remaja penunggang kuda. Saat ditemukan ia dalam kondisi terluka. Darah mengucur dari badannya. Sementara debu menutupi tubuhnya.

Saat menghampirinya, sang remaja menuturkan bahwa mimpinya benar-benar terbukti. Seorang bidadari yang ia lihat dalam mimpinya berdiri di sisi kepalanya menunggu ruhnya keluar.

Remaja tersebut meminta Abu Qudamah agar membawa bajunya yang berlumuran darah kepada ibunya. Supaya beliau tahu bahwa anaknya tidak menyia-nyiakan wasiatnya. Lalu ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan ruhnya keluar. Ia berjumpa dengan Allah sebagai syahid. Para mujahidin mengafaninya dengan bajunya, lalu menguburkannya di tempatnya.
. . . sang remaja menuturkan bahwa mimpinya benar-benar terbukti. Seorang bidadari yang ia lihat dalam mimpinya berdiri di sisi kepalanya menunggu ruhnya keluar. . .
Abu Qudamah kembali ke Raqqah. Ia lewat di depan rumah wanita, ibu remaja syahid. Ia berjumpa dengan adik wanitanya yang berdiri di depan pintu rumahnya  menanyakan kepada mujahidin yang baru datang tentang kabar saudaranya yang ikut berjihad. Kemudian Abu Qudamah minta izin untuk bisa berbicara dengan ibunya.  

Sang ibu keluar. Saat melihat Abu Qudamah, ia berkata kepadanya: "Wahai Abu Qudamah, engkau datang untuk berbela sungkawa atau menyampaikan kabar gembira?"

Abu Qudamah menjawab, "Apa beda antara kabar gembira dan bela sungkawa?"

Wanita tersebut menjawab, "Jika anakku pulang bersama kalian dalam keadaan selamat berarti engkau sedang berbela sungkawa. Jika anakku terbunuh sebagai syahid fi sabilillah berarti engkau datang memberi kabar gembira."

Abu Qudamah berkata kepadanya, "Bergembiralah, sesungguhnya Allah telah menerima hadiahmu, anakmu telah berjumpa dengan Allah sebagai syahid."
Sang ibu sangat gembira dan berkata, "Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah Yang telah menjadikannya sebagai simpanan bagiku pada hari kiamat." Wallahu Ta'ala A'lam.
. . . "Jika anakku pulang bersama kalian dalam keadaan selamat berarti engkau sedang berbela sungkawa. Jika anakku terbunuh sebagai syahid fi sabilillah berarti engkau datang memberi kabar gembira" . . .
* Kisah antara Abu Qudamah dengan wanita yang jujur imannya dan sangat sabar ini terdapat dalam Kitab Masyari' al-Asywaq, Syaikh Ahmad bin Ibrahim bin al-Nuhhasal-Dimasyqi al-Dimyathi, gugur sebagai syahid pada tahun: 814 Hijriyah: I/258-290. Kisah ini juga disebutkan Imam Ahmad bin al-Jauzi al-Dimasyqi dalam kitabnya: Suuq al-'Arusy wa Uns al-Nufus.

[Di kutip dari : PurWD/voa-islam.com]
share:

Sieun Gaming
No comments

Tidak Sedekah dan Tidak Jihad, Dengan Apa Kamu Masuk Surga?

Para Mujahid Sedang Menunaikan Ibadah Sholat




Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Surga itu mahal harganya. Kenikmatannya tak tertandingi. Sedikit saja kenikmatannya melebihi seluruh kenikmatan dunia dan seisinya. Siapa yang mau masuk surga maka –pada dasarnya- harus membelinya dengan sesuatu yang paling berharga yang dimilikinya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ

"Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga." (HR. Al-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasa. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami': 6222)

Sil'ah adalah barang yang ditawarkan dalam perdagangan. Sedangkan Allah 'Azza wa Jalla telah tawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111)

Al-'Imad ibnu Katsir berkata: "Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Dia memberi ganti dari jiwa dan harta benda para hamba-Nya yang beriman dengan surga karena mereka telah rela mengorbankannya di jalan-Nya. ini merupakan karunia, kemuliaan dan kebaikan-Nya." Oleh karenanya al-Hasan al-Bashri dan Qatadah mengatakan: "Allah telah membeli mereka, demi Allah, Dia menghargai mereka sangat mahal."

Al-Hasan berkata lagi, "Dengarkan jual-beli yang menguntungkan yang telah Allah ajak setiap mukmin melakukan jual-beli ini." Dalam perkataan beliau yang lain, "Sesungguhnya Allah telah memberikan dunia kepadamu maka belilah surga dengan sebagiannya." (Dinukil dari tafsir al-Baghawi)
. . . Allah 'Azza wa Jalla telah tawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. . .
. . . Mereka menyerahkan jiwa dan harta mereka untuk Allah dengan berjihad di jalan-Nya melawan musuh-musuh-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya. . .
Apa yang harus diberikan oleh seorang mukmin agar dapat surga? Mereka menyerahkan jiwa dan harta mereka untuk Allah dengan berjihad di jalan-Nya melawan musuh-musuh-Nya untuk meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan agama-Nya. "Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh." (QS. Al-Taubah: 111)

Allah Ta'ala berfirman lagi tentang jual beli yang menguntungkan ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Shaff: 10-12)

Ini merupakan pesan dan arahan Dzat Mahapenyayang kepada hamba-hamba-nya yang beriman, supaya mereka melakukan jual beli menguntungkan yang bisa menyelamatkan dari azab yang neraka yang pedih dan mendapatkan kenikmatan yang abadi. Jual beli tersebut adalah "Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya."

Iman yang sempurna adalah pembenaran terhadap perintah-perintah Allah dalam hati yang diikuti dengan ketundukan anggota badan mengerjakan amal-amal shalih. Dan di antara amal shalih yang paling agung adalah berjihad di jalan-Nya. Oleh karenanya Allah berfirman sesudahnya, "dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu." Yaitu dengan menginfakkan sebagian harta dan mengorbankan jiwa untuk menghadapi musuh-musuh Islam dengan tujuan untuk menolong agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya.   

Pada ringkasnya untuk mendapatkan kenikmatan surga dan dihindarkan dari siksa neraka seseorang harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya lalu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-Nya. Lalu kenapa masih ada orang yang bercita-cita masuk surga tapi masih pelit dengan hartanya dan terlalu sayang dengan jiwanya dari berjihad di jalan Allah?
. . . ringkasnya untuk mendapatkan kenikmatan surga dan dihindarkan dari siksa neraka seseorang harus beriman kepada Allah dan Rasul-Nya lalu berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa-Nya. . .
. . . kenapa masih ada orang yang bercita-cita masuk surga tapi masih pelit dengan hartanya dan terlalu sayang dengan jiwanya dari berjihad di jalan Allah?. . .
Al-Hakim telah meriwayatkan dalam Mustadraknya (no. 2421) dari hadits Basyir bin al-Khashashiyyah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam untu berbai'at masuk Islam. Maka beliau mensyaratkan kepadaku:

تَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَتُصَلِّي الْخَمْسَ ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ وَتُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

"Engkau bersaksi  tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, engkau shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, mengeluarkan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berjihad di jalan Allah."

Dia melanjutkan, "Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, ada dua yang aku tidak mampu; Yaitu zakat karena aku tidak memiliki sesuatu kecuali sepuluh dzaud (sepuluh ekor unta) yang merupakan titipan dan kendaraan bagi keluargaku. Sedangkan jihad, orang-orang yakin bahwa yang lari (ketika perang) maka akan mendapat kemurkaan dari Allah, sedangkan aku takut jika ikut perang lalu aku takut mati dan ingin (menyelamatkan) diriku."

Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menggenggam tangannya lalu menggerak-gerakkannya. Lalu bersabda,

لَا صَدَقَةَ وَلَا جِهَادَ فَبِمَ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟

"Tidak shadaqah dan tidak jihad? Dengan apa engkau masuk surga?"
Basyir berkata, "Lalu aku berkata kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, aku berbaiat kepadamu, maka baitlah aku atas semua itu." (Imam al-Hakim berkata: Hadits shahih. Al-Dzahabi menyepakatinya.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan pelajaran berharga kepada Basyir, juga kepada kita semua, tentang hakikat baiat atas Islam. Bahwa Islam tidak mencukupkan bagi pemeluknya untuk memperhatikan diri pribadinya sendiri, berleha-leha setelah ikrar atas keislaman. Tapi ia harus memperhatikan agamanya dan memperjuangkan syriatnya dengan harta dan jiwanya. Karenanya kita lihat, saat Basyir mengajukan keberatan atas dua syarat yang berkaitan dengan pengorbanan jiwa dan hartanya –padahal ia siap menerima syarat-syarat lainnya-, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menggenggamkan tangannya dan tidak mau menerima baiat, karena barang dagangan Allah itu mahal harganya. Oleh karenanya beliau menyampaikan, "Orang yang tidak mau mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah, maka dengan apa ia masuk surga?" Wallahu Ta'ala A'lam.
 
[Di kutip dari : PurWD/voa-islam.com]
share:

Kamis, 28 Juni 2012
Unknown
No comments

Kisahku

Assalamu'alaikum Wr Wb .....
Pertama saya panjatkan puja dan puji syukur kehadirat allah swt yg masih memberi saya hidayah
Inilah kisah nyata dari saya , ini bukan karangan atau cerita fiktif belaka .

Inilah ungkapan saya dari hati bukan dari hawa nafsu saya .
Dua Tahun yang lalu saya adalah seseorang yg nakal dan saya suka minum-minuman,suka main judi
hati saya selalu penuh dengan kebimbangan dan kejenuhan , lalu saya mencoba memperbaiki perilaku saya tapi saya masih saja tetap seperti itu.

Setelah saya melakukan keburukan yang terus-menerus, bahwa saya menyadari diri saya ini sudah lelah dan sudah bosan dengan perilaku saya yang terus-terusan melakukan keburukan . berbulan-bulan saya melakukan keburukan saya baru sadar bahwa saya ini siapa dan yang saya lakukan ini tidak ada manfaat sedikit pun bagi saya pribadi .

Setelah itu teman saya memberi saya nasehat untuk melakukan kebenaran tapi saya masa bodoh dengan nasehat teman saya tersebut.
Setelah dua bulan saya di nasehati oleh teman saya tersebut , saya mulai berfikir dan mulai sadar bahwa yang di katakan teman saya itu benar.

Sedikit demi sedikit saya mulai melakukan kebaikan dan mulai meninggalkan keburukan yang sudah saya pernah lakukan. selama dua bulan saya mempelajari al-qur'an dan memahami , sedikit demi sedikit saya mulai bisa membiasakan membaca al-qur'an dan mengerjakan sholat lima waktu perhari .

Setelah itu saya beriman dan saya berhijrah dari kegelapan ke terang benerang (Nur)
pada tanggal nol satoe boelan desember tahoen doea riboe sepoeloeh saya resmi menjadi manusia.
Setelah saya berhijrah hati saya ini tenang dan seperti ada yang menjaga .

Bersambung ...

Mohon maaf Bila ada salah ketik atau salah bahasa itu hak mutlak dari saya pribadi ...
Apabila menemukan kata yang benar itu hak mutlak datang nya dari Allah SWT.

Saran dari Saya adalah Berlomba-lombalah Untuk Kebenaran ..

Oleh : Al-Wahid Ulul Albab




Wassalamu'alaikum Wr Wb.

 



share:

Selasa, 26 Juni 2012
Unknown
No comments

Sambutlah Khilafah


"Lama sudah kami menanti//Kapankah kau tegak kembali//Cukuplah sudah penantian ini//Pastilah kau segera kembali". Lagu anak muda yang satu ini bukanlah bercerita tentang penantian kekasih, seperti lagu-lagu kebanyakan yang bernuansa cinta dan kemaksiyatan. Tetapi lagu yang dibawakan oleh Shoutul Khilafah ini bercerita tentang kerinduan mereka untuk menyambut kedatangan Khilafah.
Di tengah-tengah minimnya hiburan dan musik yang bernuasa perjuangan, Shoutul Khilafah hadir dengan membawakan album bernuansa seruan dan sambutan generasi muda terhadap Khilafah.

Pada tahun 2007, lagu tersebut sempat digelorakan di hadapan lebih dari 100.000 kaum Muslim ketika mereka berkumpul di Gelora Bung Karno untuk mengikuti Konferensi Khilafah Internasional yang diorganisir oleh Hizbut Tahrir Indonesia.

Lagu ini pertama kali mengemuka, terutama ketika digelar Konferensi Khilafah Internasional di Gelora Bung Karno, Jakarta, empat tahun lalu. Namun, seiring gelora Khilafah di seantero dunia, lagu sepertinya telah menemani para pemuda dan remaja yang menghabiskan waktunya untuk mengembalikan kehidupan Islam di bawah institusi politik umat tersebut.

Dalam situs resminya, Hizbut Tahrir Indonesia, kembali akan menggelar perhelatan akbar dalam rangka menyadarkan kaum Muslim di tahun 2011 ini. Konferensi Rajab 1432 H, demikian kampanye yang akan digelar dengan mengangkat tema "Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah"
"Sudah saatnya menyatukan hati, pikiran, dan langkah untuk mengganti sistem yang ada dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik dan diridhoi Allah Swt. Itulah kehidupan dalam naungan Khilafah Islam," tulisnya seperti di websitenya.

Selain lagu-lagu tentang Khilafah, Shoutul Khilafah juga menyajikan beberapa lagu bertemakan remaja dan anak muda sehingga sangat cocok untuk menjadi alternatif lagu bermakna bagi kaum Muslim. Berikut lirik lengkap Nasyid Sambutlah Khilafah dari Shoutul Khilafah, bisa menjadi alternatif lagu atau nasyid bagi putera-puteri Anda.
share:

Unknown
No comments

PERBANDINGAN JUMLAH KORBAN PERANG ISLAM DAN PERANG KRISTEN


Menjelek-jelekkan agama Islam sebenarnya kegiatan yang sudah ada sejak dahulu, yaitu sejak Nabi Muhammad SAW diutus pertama kali di tanah Arab. Orang-orang Arab Jahiliyah di masa itu tidak pernah kehabisan akal untuk menghalangi manusia dari mendapat hidayah. Ada ada saja akal mereka untuk menjelekkan agama Islam, termasuk menjelekkan pribadi Rasulullah SAW.

Kadang mereka bilang Muhammad SAW itu orang gila, kadang mereka bilang penyihir, kadang mereka bilang penyair dan tidak jarang pula mereka bilang bahwa ajaran Muhammad SAW itu didapat dari banyak membaca kitab suci agama samawi sebelumnya. Maka kalau ada situs yang sering menjelekkan agama Islam hari ini, wajar-wajar saja. Memang sudah sunnatullah ada baik dan ada buruk, ada mukmin dan ada iblis laknatullah ?alihi, dan adaal-haq dan ada al-batil.

Tentu saja situs seperti itu dimotori oleh orang-orang yang tidak punya iman, setidaknya oleh orang-orang yang keliru cara pandangnya terhadap agama Islam. Kita doakan saja bahwa siapa tahu suatu saat nanti Allah SWT akan memberikan hidayah kepada mereka.

Kita jangan terlalu emosi dan pesimis dengan hal ini. Bukankah kasus orang yang membenci agama Islam pada awalnya, kemudian mendapat hidayah dan akhirnya berbalik jadi pembela Islam nomor wahid, sudah terlalu banyak yang bisa disebut? Misalnya saja kisah-kisah berikut ini:

Taubatnya Umar bin Al-Khattab radhiyallahu'anhu
Sebelum masuk Islam, beliau adalah orang nomor satu yang sangat anti Islam, bukan hanya lidahnya saja yang tajam, bahkan pedangnya pun tidak ragu-ragu diayunkan untuk membunuh Muhammad SAW. Tapi kalau Allah SWT sudah berkehendak untuk memberi hidayah, tidak ada yang bisa menghalangi. Tiba-tiba hidayah itu merasuk ke dalam dirinya, dan beliau pun berbalik masuk Islam.

Konon hal itu karena Rasulullah SAW pernah berdoa agar Allah SWT menguatkan agama Islam ini dengan salah satu dari dua Umar. Ternyata yang diberi hidayah adalah Umar bin Al-Khattab. Jadilah beliau pembela Islam yang sejati.

Karena itu mari kita berdoa bersama-sama agar siapa pun yang kerjanya selalu menjelek-jelekkan Islam, baik lewat lisan, tulisan atau perbuatan, agar Allah SWT berkenan menurunkan hidayah-Nya ke dalam hatinya yang paling dalam, dan mengembalikannya ke jalan yang lurus. Amien ya rabbal 'alamin.

Islam Bukan Agama Darah
Sebenarnya mudah saja untuk menjawab tuduhan-tuduhan palsu, atau ejekan bahwa Islam adalah agama berdarah-darah, memerintahkan pembunuhan, menghalalkan peperangan, sampai mereka bilang bahwa Islam disebarkan lewat pedang.

Mungkin kita tidak perlu diskusi dengan mereka dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran, sebab boleh jadi kita sendiri malah tidak, atau belum banyak belajar ilmu Al-Quran. Mari kita ajak mereka ke dunia yang lebih nyata, yaitu dunia fakta dan data.

Coba kita lihat sejarah Islam, khususnya sejarah nabi Muhammad SAW. Kalau dituduh Islam itu haus darah, coba hitung berapa korban nyawa dalam peperangan, selama Muhammad SAW menjadi rasul. Dr. Muhammad Imarah pernah melakukan hitung-hitungan, ternyata dari 20-an perang besar yang pernah melibatkan Rasulullah SAW, tercatat korban jiwa hanya 386 orang saja. Itu pun sudah termasuk korban dari pihak muslim dan kafir.

Bayangkan, meski ada ayat yang memerintahkan perang dan membunuh orang kafir harbi di medan perang, nyatanya korban jiwa hanya 300-an orang saja sepajang sejarah nabi. Angka itu sangat kecil dibandingkan dengan angka korban jiwa yang terjadi di manapun di muka bumi.

Korban Perang Agama Kristen di Eropa
Coba bandingkan dengan perang saudara sesama Kristen antara sekte Katholik melawan Protestan di Eropa yang jumlah korban jiwa mencapai 10 juta nyawa. Kalau dikatakan bahwa Islam itu haus darah, karena perangnya telah merenggut 386 nyawa, lalu Katholik dan Protestanyang berperang saudara dan menewaskan 10 juta nyawa itu mau kita sebut apa?

Filosuf Perancis, Voltire (1694-1778), menyebutkan bahwa korban nyawa 10 juta orang itu terjadi di masa lalu, sama dengan 40% penduduk Eropa Tengah. Coba pikir lagi, siapa sih yang haus darah?

Korban Revolusi Bolsevic
Di Rusia untuk mewujudkan komunisme dilaksanakan Revolusi Bolsevic pada tahun 1917. Dan untuk itu telah terbunuh 19 juta orang. Setelah komunisme berkuasa, telah terhukum secara keji sekitar 2 juta orang dan sekitar 4 atau 5 juta orang diusir dari Rusia. Apakah kita masih mau bilang Islam itu harus darah, lalu komunisme itu mau kita bilang apa?

Korban Bom Atom Amerika di Jepang Di tahun 1945, Amerika telah menjatuhbom di Hiroshima yang merenggut nyawa 140 ribu orang. Sedangkan di Nagasaki jumlah korbannya 70 ribu jiwa. Belum terhitung mereka yang luka, sakit dan cacat seumur hidupterkena radiasi nuklirnya. Pengeboman itu dilakukan resmi oleh pemerintah Amerika di bawah kepemimpinan Rosevelt, Presiden USA saat itu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penemuan besar tenaga nuklir digunakan sebagai senjata pemusnah massal. Yang harus darah itu Islam atau Amerika?

Korban Suku Indian
Jauh sebelum benua Amerika didatangai bangsa Eropa, sudah terdapat suku asli yang menghuni dengan damai benua itu. Namun pada tahun 1830 lahir Indian Removal Act, peraturan yang memungkinkan pengusiran terhadap bangsa Indian demi kepentingan para pendatang yang didominasi oleh kulit putih. Akibatnya, lebih dari 70.000 orang Indian diusir dari tanahnya sehingga mengakibatkan ribuan orang meninggal. Apakah Islam masih mau dibilang haus darah, ataukah para koboi Amerika itu yang haus darah?

Korban Rwanda
Di Rwanda, kurang lebih 800.000 suku Tutsi menjadi korban pembantaian terencana oleh tokoh- tokoh militan suku Hutu, bahkan sebagian suku Hutu sendiri yang beraliran moderat, dalam arti tidak memusuhi suku Tutsi, juga menjadi korban pembantaian tersebut.

Korban Perang Dunia Kedua
Di tahun 1945, jumlah populasi umat manusia di muka bumi tercatat sebanyak 1, 9 milyar orang (1.971.470.000 jiwa). Di masa itu terjadi perang dunia kedua, tercatat jumlah korban jiwa mencapai angka fantastis, tidak kurang dari 62 juta orang, tepatnya 62, 537, 400 jiwa. Itu sama saja pembunuhan 3,17% jumlah populasi umat manusia di muka bumi. Dan perang itu melibatkan negara adidaya saat itu, yang nota bene bukan negeri Islam. Masihkah kita menuduh Islam sebagai agama peperangan? Pernahkah peradaban Islam melahirkan perang dunia?

Korban Pembantaian Yahudi di Palestina
Kelompok teroris Yahudi pimpinan Menachem Begin dengan anggota-anggotanya, antara lain Ariel Sharon, pada tahun 1948 pernah membantai 1.000 orang Arab penduduk Deir Yassin, selatan Jerusalem. Dan Ariel Sharon ketika menjabat Menteri Panglima Angkatan Bersenjata Israel, terlibat pembantaian 3.000 warga sipil Palestina di kamp pengungsi Sabhra dan Shatila, selatan Lebanon tahun 1982. Itu bukan perang tapi pembantaian. Pasukan bengis Yahudi Israel datang ke Palestina dan menembaki warga sipil yang tidak berdosa. Masih pulakah kita katakan Islam sebagai agama haus darah? Dan apakah kita masih ingin bilang bahwa Yahudi itu ramah, penuh kasihdan lemah lembut?

Korban Serbia di Bosnia
Pasukan Serbia dipimpin oleh Slobodan Milosevic melakukan operasi pembersihan etnis secara sistematis di kota-kota yang dikuasainya selama perang berlangsung. Sedikitnya 200.000 orang tewas dalam perang empat tahun tersebut. Dan penduduk Bosnia Herzegoviaberagama Islam, sejak zaman khilafah Turki Utsmani. Inikah yang dikatakan agama Islam haus darah?

Data Korban Perang Dalam Sirah Nabawi
Kalau Islam masih dikatakan haus darah, atau disebarkan dengan pedang, mari kita teliti lebih dalam jumlah jumlah korban tewas dalam peperangan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW.
  1. Perang Badar tahun 2 Hijriyah, korban kafir 70 orang, korban muslim 14 orang
  2. Operasi Abdullah bin Jahsy tahun 2 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada.
  3. Perang As-Sawiq tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada.
  4. Operasi Ka'ab bin Asyraf tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
  5. Perang Uhud tahun 3 Hijriyah, korban kafir 22 orang, korban muslim 70 orang
  6. Perang Hamra'ul Asad tahun 3 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim tidak ada
  7. Operasi Raji' tahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 7 orang
  8. Operasi Bi'ru Ma'unahtahun 3 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 27 orang
  9. Perang Khandaq tahun5 Hijriyah, korban kafir 3 orang, korban muslim 5 orang
  10. Perang Bani Quraidhahtahun 5 Hijriyah, korban kafir 600 orang, korban muslim tidak ada. Tapi sebenarnya angka ini tidak bisa dikatakan sebagai korban perang, karena 600 orang itu memag dihukum mati karena pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
  11. Operasi Atik 5 Hijriyah, korban kafir1 orang, korban muslim tidak ada
  12. Perang Dzi Qird tahun6 Hijriyah, korban kafir 1 orang, korban muslim-muslim orang
  13. Perang Bani Mushthaliq tahun6 Hijriyah, korban kafirtidak ada, korban muslim 1 orang
  14. Perang Khaibar tahun 7 Hijriyah, korban kafir 2 orang, korban muslim 20 orang
  15. Perang Wadilqura tahun 7 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 1 orang
  16. Perang Mu'tah tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim 11orang
  17. Perang Fathu Makkah tahun 8 Hijriyah, korban kafir 17 orang, korban muslim3 orang
  18. Perang Hunain tahun 8 Hijriyah, korban kafir 84 orang, korban muslim 4 orang
  19. Perang Thaif tahun 8 Hijriyah, korban kafir tidak ada orang, korban muslim 13 orang
  20. Perang Tabuk tahun 2 Hijriyah, korban kafir tidak ada, korban muslim tidak ada
Itulah data otentik korban perang dalam sejarah nabi Muhammad SAW selama 23 tahun berdakwah, jumlahnya hanya 386 jiwa saja, sudah termasuk muslim dan kafir.

Mana buktinya kalau Islam itu haus darah dan memerintahkan pembunuhan? Semua itu hanya tuduhan yang tidak jelas ujung pangkalnya, buatan orang-orang kafir yang pandai menipu. Mereka gunakan ayat Quran untuk mencari-cari alasan bahwa Islam itu haus darah, ternyata argumentasi mereka mentah, sebab di dalam tataran sejarah, tidak pernah terbukti tuduhan itu.

Justru kehidupan di luar Islam adalah kehidupan yang penuh bersimbah darah yang menjijikkan.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Courtesy By :  eramuslim
share:

Unknown
No comments

MEMAHAMI HIKMAH PERANG DALAM SEJARAH ISLAM



Kata Islam berasal dari akar kata Salima yang berarti selamat, damai, sentosa. Sedangkan Islam adalah berarti tunduk, patuh, berserah diri, menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah SWT, Sang Pemilik, Sang Pencipta Alam Semesta dan segala isinya, agar tercapai keselamatan dan kedamaian di muka bumi. Oleh karenanya perintah utama yang disampaikan oleh seluruh Nabi dan Rasul kepada umat manusia sejak zaman nabi Adam as hingga Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman, tidak pernah berubah yaitu memurnikan ketundukkan, penyembahan dan penghambaan hanya kepada-Nya, tidak ada yang selain-Nya. Ini adalah ajaran Tauhid.

Jadi sesungguhnya semua agama yang diturunkan melalui perantaraan para Nabi dan Rasul pada dasarnya adalah satu, yaitu Islam. Yang berbeda hanyalah syariat, cara penyembahan, yang sesuai dengan zaman dimana Sang Rasul diturunkan ditengah masyarakatnya.

Yang disebut Islam yang dikenal sekarang ini adalah agama Islam yang diturunkan melalui Rasulullah Muhammad SAW 14 abad silam dengan kitabnya Al-Qur’an. Didalam kitab ini diterangkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi penutup yang diutus untuk seluruh umat yang ada di dunia ini. Allah SWT tidak akan mengutus lagi seorangpun Nabi maupun Rasul setelah itu. Artinya syariat yang dikehendaki dan diridhoi setelah adanya ajaran Muhammad SAW hingga akhir zaman nanti hanyalah ajaran yang dibawanya tersebut. Sedangkan ajaran dan syariat yang dibawa para Nabi dan Rasul terdahulu hanya berlaku untuk masa yang telah lalu dan umat tertentu pula.

Para Nabi dan Rasul ini mengajarkan bahwa dibalik kehidupan di dunia ini terdapat kehidupan akhirat. Semua kitab yang dibawa para utusan tersebut menerangkan hal ini dengan sangat jelas.

”dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”.  (QS.Al-Baqarah[2]:4-5).

Ironisnya, kehidupan akhirat ini jauh lebih kekal daripada kehidupan dunia. Dan kehidupan akhirat terbagi dua, yaitu surga dan neraka. Surga adalah kehidupan yang menyenangkan dan penuh kenikmatan sebaliknya neraka adalah kehidupan yang penuh kesengsaraan, penuh siksaan dan penderitaan. Celakanya lagi, kehidupan dunia inilah yang menentukan kehidupan akhirat nanti, tentu saja atas izin-Nya.

Maha Suci Allah, Ia tidak menginginkan hambanya masuk neraka. Sesungguhnya neraka dan siksaan yang ditunjukkannya hanyalah ancaman dan peringatan agar hamba-Nya berhati-hati dalam menjalani kehidupan dunianya, agar ia tidak tersesat dengan hanya mengikuti hawa nafsu serta menuruti godaan syaitan terkutuk. Untuk itulah Ia mengutus para Nabi dan Rasul lengkap dengan Kitab Petunjuknya. Dan untuk itu pula Allah SWT memerintahkan para utusan-Nya untuk memerangi hamba-hamba-Nya yang tersesat, bila mereka tidak mau dan tidak bisa didakwahi secara baik-baik. Itu semua demi keselamatan hamba yang dicintai-Nya dari siksa neraka yang sangat mengerikan!

Rasulullah SAW berdakwah di Makkah secara sembunyi-sembunyi 3 tahun lamanya. Setelah itu turun ayat agar beliau berdakwah secara terang-terangan. Namun ajakannya menuju kebaikan, menuju penyembahan Tauhid yang benar, tidak disambut dengan baik. Sebaliknya Rasulullah dan para sahabat malah diejek, dilecehkan dan dianiaya. Sejumlah sahabat seperti Sumayyah dan suaminya disiksa kemudian dibunuh. Siksaan demi siksaan terus ditingkatkan. Kaum musyrikin yang keras kepala tersebut bahkan melakukan pemboikotan.

Selama 2 atau 3 tahun para sahabat hidup dalam kesulitan baik dalam hal makanan dan minuman maupun berinteraksi dengan dunia luar. Padahal mereka tidak berbuat kejahatan, mereka hanya ingin memurnikan penghambaan dan penyembahan kepada yang berhak. Bahkan Rasulullahpun tidak luput dari ancaman pembunuhan sehingga akhirnya kaum Muslimin terpaksa menuju Madinah meninggalkan kota kelahiran mereka, Makkah, kota dimana mereka mencari nafkah kehidupan.

Namun di kota baru tersebut, kaum Muslimin tetap tidak dapat hidup dengan tenang. Kali ini kaum Yahudi yang banyak menempati wilayah-wilayah tertentu di Madinah, ikut memusuhi kaum Muslimin. Mereka merasa benci dan dengki karena Sang Mesiah, utusan yang dijanjikan dalam kitab mereka, ternyata bukan datang dari kalangan mereka, melainkan dari bangsa Arab yang selama ini mereka lecehkan. Perjanjian Madinah yang isinya antara lain saling menghormati ajaran masing-masingpun mereka langgar. Orang-orang Yahudi ini malah memprovokasi penduduk Makkah dan sekitarnya agar mereka bersatu menyerang dan mengenyahkan ajaran Islam yang baru tumbuh tersebut. Akhirnya muncullah peperangan demi peperangan: Perang Badar, Perang Uhud, Perang Parit, Perang Khaibar dan sebagainya.

Perang yang mendapat izin dari-Nya mulanya memang hanya untuk mempertahankan diri. Kemudian setelah Islam berdiri tegak, perang diperintahkan dengan tujuan menghilangkan penyembahan terhadap berhala dan kembali ke ajaran Tauhid. Tetapi dengan syarat pihak yang akan diperangi harus didakwahi terlebih dahulu secara damai. Bila mereka menolak dan ingin tetap pada pendiriannya semula, mereka tidak boleh menghalangi apalagi mengganggu ajaran Islam. Jika ia berada di bawah kekuasaan pemerintahan Islam, orang-orang seperti itu tetap berhak mendapat hak perlindungan. Namun sebagai gantinya mereka harus membayar jiziah. (zakat bagi penduduk Muslimin). Tetapi bila mereka menolak apalagi mengganggu dan menghalangi ajaran Islam maka mereka wajib diperangi. Namun demikian perempuan, anak-anak, orang tua bahkan tanamanpun dilarang untuk dihancurkan kecuali karena sebab-sebab khusus.

” Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah”. (QS.Al-Anfal[8]:39).

Tetapi harus diingat, perang dalam Islam bukan untuk kepentingan politik, kelompok, ras maupun golongan tertentu. Perang adalah pilihan terakhir demi tercapainya masyarakat yang adil, damai, tunduk dan patuh terhadap aturan Sang Pemilik Yang Tunggal. Jadi tujuan perang bukan untuk mencari korban dan asal membunuh saja. Hal ini jelas tercermin dari jumlah korban selama peperangan yang terjadi pada masa hidup Rasulullah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selama 23 tahun masa kepemimpinan langsung Rasulullah SAW tercatat terjadi kurang lebih 20 perang besar. Hasil penelitian Dr. Muhammad Imarah, seorang cendekiawan Muslim Mesir terkenal atas seluruh perang ini menunjukkan bahwa ternyata jumlah korban yang jatuh sepanjang masa itu hanya 386 orang, baik dari pihak Muslim maupun pihak musuh!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bandingkan dengan perang saudara antara Katholik vs Protestan yang terjadi selama 30 tahun antara 1618-1648. Perang ini menelan korban jiwa 10 juta orang! Menurut Voltaire, seorang filsuf Perancis yang hidup antara tahun 1694-1778 jumlah tersebut sama dengan jumlah 40% penduduk Eropa Tengah pada abad pertengahan. Bandingkan juga dengan jumlah korban yang tewas paska lahirnya UU Indian Removal Act tahun 1830 yang menyebabkan 70.000 orang Indian tewas dan terusir dari tanah airnya sendiri. Atau bandingkan dengan jumlah korban bom atom di Hirosima dan Nagasaki pada tahun 1945 yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.

“Demi Allah, wahai paman! sekiranya mereka letakkan matahari di sebelah kananku dan bulan disebelah kiriku dengan maksud agar aku tinggalkan pekerjaan ini (menyeru mereka kepada agama Allah) sehingga ia tersiar (dimuka bumi) atau aku akan binasa karenanya, namun aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini”.

Itu yang diucapkan Rasulullah SAW ketika Abu Thalib, sang paman yang selama itu senantiasa melindunginya, menganjurkan agar beliau mau menghentikan syi’ar karena ia merasa tak mampu terus menerus melindungi keponakan tercintanya karena ia sendiri terus ditekan para pemuka Quraisy. Ajakan ini pulalah yang terus dikumandangkan para utusan Allah sejak dahulu kala, agar manusia terhindar dari siksa api neraka.

” Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam”. (QS.Asy-Syuara’[26]:107-109).

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mau lagi memikirkan Hari Akhirat. Kecintaan terhadap dunia yang berlebihan serta takut akan mati membuat pandangan dan pikiran menjadi picik dan sempit. Kebebasan berpendapat dan segala macam ideologi yang hanya sebatas pada kepentingan yang sifatnya duniawiyah dan hanya menguntungkan kelompok tertentu terus bermuncullan. Padahal hukum yang seperti ini akhirnya hanya akan memunculkan Hukum Rimba, siapa kuat dialah yang menang. Sungguh orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang merugi dan sangat patut di belas-kasihani.

Wallahu’alam bi shawab.

Courtesy By : vienmuhadi.com
share:

Senin, 25 Juni 2012
Unknown
No comments

BEBERAPA PERANG RASULULLAH SAW DAN FAKTA-FAKTA YANG PERLU ANDA KETAHUI



PERANG BADAR
Inilah perang pertama yang dilakukan kaum muslimin. Sekaligus peristiwa paling penting bagi sejarah perkembangan da’wah Islam. Meski dengan kekuatan yang jauh lebih kecil dibanding kekuatan musuh, dengan pertolongan Allah, kaum muslimin berhasil menang menaklukkan pasukan kafir.

Rasulullah SAW berangkat bersama tigaratusan orang sahabat dalam perang Badar. Ada yang mengatakan mereka berjumlah 313, 314, dan 31 7 orang. Mereka kira-kira terdiri dari 82 atau 86 Muhajirin serta 61 kabilah Aus dan 170 kabilah Khazraj. Kaum muslimin memang tidak berkumpul dalam jumlah besar dan tidak melakukan persiapan sempurna. mereka hanya memiliki dua ekor kuda, milik Zubair bin Awwam dan Miqdad bin Aswad al-Kindi. Di samping itu mereka hanya membawa tujuh puluh onta yang dikendarai secara bergantian, setiap onta untuk dua atau tiga orang. Rasulullah saw sendiri bergantian mengendarai onta dengan Ali dan Murtsid bin Abi Murtsid Al-Ghanawi.

Sementara jumlah pasukan kafir Quraisy sepuluh kali lipat. Tak kurang seribu tiga ratusan prajurit. Dengan seratus kuda dan enam ratus perisai, serta onta yang jumlahnya tak diketahui secara pasti, dan dipimpin langsung oleh Abu Jahal bin Hisyam. Sedangkan pendanaan perang ditanggung langsung oleh sembilan pemimpin Quraisy. Setiap hari, mereka menyembelih sekitar sembilan atau sepuluh ekor unta.


PERANG UHUD
Kekalahan di Badar menanamkan dendam mendalam di hati kaum kafir Quraisy. Mereka pun keluar ke bukit Uhud hendak menyerbu kaum Muslimin. Pasukan Islam berangkat dengan kekuatan sekitar seribu orang prajurit, seratus diantaranya menggunakan baju besi, dan lima puluh lainnya menunggang kuda.

Di sebuah tempat bernama asy-Syauth, kaum muslimin melakukan shalat subuh. Tempat ini sangat dekat dengan musuh sehingga mereka bisa dengan mudah saling melihat. Ternyata pasukan musuh berjumlah sangat banyak. Mereka berkekuatan tiga ribu tentara, terdiri dari orang-orang Quraisy dan sekutunya. Mereka juga memiliki tiga ribu onta, dua ratus ekor kuda dan tujuh ratus buah baju besi.

Pada kondisi sulit itu, Abdullah bin Ubay, sang munafiq, berkhianat dengan membujuk kaum muslimin untuk kembali ke Madinah. Sepertiga pasukan, atau sekitar tiga ratus prajurit akhirnya mundur. Abdullah bin Ubay mengatakan, “Kami tidak tahu, mengapa kami membunuh diri kami sendiri?"

Setelah kemunduran tiga ratus prajurit tersebut, Rasulullah melakukan konsolidasi dengan sisa pasukan yang jumlahnya sekitar tujuh ratus prrajurit untuk melanjutkan perang. Allah memberi mereka kemenangan, meski awalnya sempat kocar-kacir.


PERANG MU'TAH
Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra. Al-Harits dicegat oleh Syurahbil bin Amr, seorang gubernur wilayah Balqa di Syam, ditangkap dan dipenggal lehemya. Untuk perang ini, Rasulullah mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu prajurit. Inilah pasukan Islam terbesar pada waktu itu.

Mereka bergerak ke arah utara dan beristirahat di Mu’an. Saat itulah mereka memperoleh informasi bahwa Heraklius telah berada di salah satu bagian wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu prajurit Romawi. Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra kurang lebih seratus ribu prajurit. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu prajurit.


PERANG AHZAB
Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Makkah untuk melakukan provokasi agar kaum kafir mau bersatu untuk menumpas kaum muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga mendatangi Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan pada orang Quraisy. Selanjutnya mereka mendatangi kabilah-kabilah Arab di sekitar Makkah untuk melakukan hal yang sama. Semua kelompok itu akhirnya sepakat untuk bergabung dan menghabisi kaum muslimin di Madinah sampai ke akar-akarnya. Jumlah keseluruhan pasukan Ahzab (sekutu) adalah sekitar sepuluh ribu prajurit. Jumlah itu disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak ketimbang jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua. Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas ide Salman al-Farisi, kaum muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah.


PERANG TABUK
Romawi memiliki kekuatan militer paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan kelanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Romawi dan raja Ghassan. Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu personil. Keadaan semakin kritis, karena suasana kemarau. Kaum muslimin tengah berada di tengah kesulitan dan kekurangan pangan.

Mendengar persiapan besar pasukan Romawi, kaum muslimin berlomba melakukan persiapan perang. Para tokoh sahabat memberi infaq fi sabilillah dalam suasana yang sangat mengagumkan. Utsman menyedekahkan dua ratus onta lengkap dengan pelana dan barang-barang yang diangkutnya. Kemudian ia menambahkan lagi sekitar seratus onta lengkap dengan pelana dan perlengkapannya. Lalu ia datang lagi dengan membawa seribu dinar diletakkan di pangkuan Rasulullah saw. Utsman terus bersedekah hingga jumlahnya mencapai sembilan ratus onta seratus kuda, dan uang dalam jumlah besar. Abdurrahman bin Auf membawa dua ratus uqiyah perak. Abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak menyisakan untuk keluarganya kecuali Allah dan Rasul-Nya. Umar datang menyerahkan setengah hartanya. Abbas datang menyerahkan harta yang cukup banyak. Thalhah, Sa’d bin Ubadah, dan Muhammad bin Maslamah, semuanya datang memberikan sedekahnya. Ashim bin Adi datang dengan menyerahkan sembilan puluh wasaq kurma dan diikuti oleh para sahabat yang lain.

Jumlah pasukan Islam yang terkumpul sebenarnya cukup besar, tiga puluh ribu personil. Tapi mereka minim perlengkapan perang. Bekal makanan dan kendaraan yang ada masih sangat sedikit dibanding dengan jumlah pasukan. Setiap delapan belas orang mendapat jatah satu onta yang mereka kendarai secara bergantian. Berulangkali mereka memakan dedaunan sehingga bibir mereka rusak. Mereka terpaksa menyembelih unta, meski jumlahnya sedikit, agar dapat meminum air yang terdapat dalam kantong air onta tersebut. Oleh karena itu, pasukan ini dinamakan jaisyul usrrah, atau pasukan yang berada dalam kesulitan.

Kisah-kisah di atas, adalah kisah tentang kiprah kader-kader inti perjuangan Islam. Bersama (pertolongan) Allah mereka mengukir prestasi gemilang yang selalu dikenang sepanjang masa.
Allahu Akbar!
share:

Minggu, 24 Juni 2012
Unknown
No comments

Urutan Khilafah Islamiyah

Ada begitu banyak analisa para pemikir dan pengamat tentang sebab-sebab jatuhnya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924. Baik yang bersifat lebih teknis maupun sebab-sebab yang bersifat lebih umum.

Sebab-sebab secara teknis kita serahkan kepada para ahli sejarah, terutama sejarah Turki sendiri. Sedangkan yang akan kita bahas di sini adalah sebab-sebab secara umumnya saja.

A. Sebab Ekternal
Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya.

Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan “The Sickman in Europe.” Bahkan kata “turkey” dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.

Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.

B. Sebab Internal
Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat.

Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.

Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan.

Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.

Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yangnota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam
Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam.

Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilahAmirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.

1. Khilafah Rasyidah
Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:
  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)
  • Umar bin Khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)
  • Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M) dan
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra (tahun 40 H/661 M)
Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.

2. Khilafah Bani Umayyah
Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)
  • Yazid bin Mu’awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)
  • Mu’awiyah bin Yazid (tahun 64-65 H/683-684 M)
  • Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)
  • Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-86 H/685-705 M)
  • Walid bin ‘Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)
  • Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)
  • Yazid bin ‘Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724M)
  • Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)
  • Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)
  • Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)
  • Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
  • Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M)
Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

3. Khilfah Bani Abbasiyah
Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah.
Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:
  • Abul ‘Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)
  • Abu Ja’far al-Manshur (tahun 137-159 H/754-775 M)
  • Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)
  • Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)
  • Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786- 9 M)
  • Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)
  • Al-Ma’mun (tahun 198-217 H/813-833 M)
  • Al-Mu’tashim Billah (tahun 618-228 H/833-842M)
  • Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)
  • Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)
  • Al-Musta’in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)
  • Al-Mu’taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)
  • Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)
  • Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)
  • Al-Mu’tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)
  • Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)
  • Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)
  • Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)
  • Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)
  • Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)
  • Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)
  • Al-Muthi’ Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)
  • Al-Tha`i’ Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)
  • Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)
  • Al-Qa`im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M)
  • Al-Mu’tadi Bi Amrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)
  • Al-Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)
  • Al-Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)
  • Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)
  • Al-Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160 M)
  • Al-Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)
  • Al-Mustadli`u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)
  • Al-Naashir Lidinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)
  • Al-Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)
  • Al-Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)
  • Al-Musta’shim Billah (tahun 640-656 H/1242-1258 M)
  • Al-Mustanshir Billah II (tahun 660-661 H/1261-1262 M)
  • Al-Haakim Biamrillah I (tahun 661-701 H/1262-1302 M)
  • Al-Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)
  • Al-Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1343 M)
  • Al-Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah I (753-763 H/1354-1364 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I (th. 763-785 H/1364-1386 M)
  • Al-Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)
  • Al-Musta’shim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II (th. 791- 8 H/1392-1409 M)
  • Al-Musta’in Billah (tahun 8-815 H/1409-1416 M)
  • Al-Mu’tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416- 1446 M)
  • Al-Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)
  • Al-Qa`im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)
  • Al-Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III (th 884-893 H/1485-1494 M)
  • Al-Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)
  • Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV (th 914-918 H/1515-1517 M)
Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar (Mongol), sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.

4. Khilafah Bani Utsmaniyyah
Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:
  • Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)
  • Sulaiman al-Qanuni (tahun 926-974 H/1520-1566 M)
  • Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)
  • Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)
  • Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)
  • Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)
  • Mushthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)
  • ‘Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)
  • Mushthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)
  • Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)
  • Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)
  • Muhammad IV (tahun 1058-1099 H/1648-1687 M)
  • Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691 M)
  • Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)
  • Mushthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)
  • Ahmad III (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)
  • Mahmud I (tahun 1143-1168 H/1730-1754 M)
  • Utsman III (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)
  • Musthafa III (tahun 1171-1187 H/1757-1774 M)
  • Abdul Hamid I (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)
  • Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)
  • Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)
  • Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)
  • Abdul Majid I (tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M)
  • ‘Abdul ‘Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)
  • Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)
  • ‘Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)
  • Muhammad Risyad V (tahun 1328-1338 H/1909-1918 M)
  • Muhammad Wahiddin (II) (th. 1338-1340 H/1918-1922 M)
  • ‘Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M).
Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama (2006-1924= 82 tahun) tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah
Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri merekabertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syahwat, bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan.

Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.

Sabda Rasulullah saw, “Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi”.

Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah.

Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedarlips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.

Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.

Wallahu a’lam bishshawab wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

http://dakwah.info/featured/urutan-khilafah-islamiyah/
 
powered by blogger.com and maxwidth simple build 0.02 mobile template